Friday, 7 May 2021

MANFAAT SEMUT JEPANG

 

Manfaat Semut Jepang, dari Obat Asam Urat hingga Stroke





Beberapa orang mungkin tidak tahu apa itu semut Jepang. Namun semut Jepang memilki
 
 banyak manfaat untuk kesehatan.

Semut Jepang berbeda dengan semut biasa. Semut Jepang memiliki tubuh padat dan bulat, antena pada bagian kepala berukuran pendek, hidup tidak berkoloni, dan mempunyai sayap di balik kerangkanya.

Hewan ini memiliki julukan Kumbang Mekah. Semut Jepang memiliki kemampuan berkembang biak dalam media beras ataupun kacang-kacangan.


Berikut ini manfaat semut Jepang:

1. Meringankan Penyakit Jantung

Manfaat semut Jepang antara lain meringankan penyakit jantung. Dengan mengonsumsi semut Jepang, akan membantu jantung kembali berfungsi dengan baik.

2. Mengobati Asam Urat

Semut Jepang dapat mengobati penyakit asam urat. Asam urat adalah timbulnya gejala nyeri yang luar biasa menyakitkan, pembengkakan dan rasa panas pada persendian. Asam urat. Aasam urat biasanyanya dikarenakan gemar mengonsumsi makanan hidangan laut ataupun jeroan. Semut jepang bermanfaat untuk membantu meredakan dan menghilangkan rasa sakit pada bagian sendi penderita asam urat.

3. Meringankan Diabetes

Diabetes adalah suatu penyakit yang disebabkan karena tubuh kita tidak mampu menghasilkan insulin. Semut jepang dipercaya bermanfaat sebagai obat diabetes dan dinilai efektif dalam mengatasi penyakit diabetes secara alami. Hal ini karena semut Jepang mampu memperbaiki kualitas insulin yang dihasilkan oleh tubuh.

Aby hadimAl-Mujtaba

KHASIAT DAUN BIFDARA UNTUK KESEHATAN

 

10 Khasiat Daun Bidara bagi Kesehatan, Bantu Atasi Jerawat hingga Kolesterol








PONDOK HIKMAH BANTYEN-Berasal dari pohon bidara, daun bidara dianggap dapat menjadi solusi alami untuk beberapa masalah kesehatan. Tanamannya sendiri biasa tumbuh di tempat kering. Selain daunnya, buah dari tanaman ini juga dinilai mampu mengatas penyakit kronis.

Tanaman bidara dapat tumbuh hingga mencapai sekitar 6 – 15 meter. Daun bidara memiliki permukaan daun yang halus. Meski begitu, ranting dan cabang dari tanaman ini disertai dengan duri.

Khasiat daun bidara didukung dengan adanya senyawa seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, dan minyak atsiri terdapat di dalam daun bidara. Selain itu, tambahan sifat antioksidan dan antibakterinya, mengoptimalkan manfaat daun ini untuk kesehatan tubuh.

Namun sayangnya, khasiat daun ini masih sering diabaikan. Berikut adalah beberapa khasiat daun bidara yang bisa anda dapatkan, yang telah kami rangkum dari pondokhikmabanten.com.


gambar darai :  podokhiikmahbante.com

1- Khasiat daun bidara yang pertama adalah untuk merawat rambut. Daun bidara dipercaya dapat digunakan sebagai bahan untuk perawatan rambut. Daun bidara dipercaya dapat mencegah kerontokan dan membuat rambut menjadi lebih kuat. Cara mengaplikasikannya cukup mudah, yaitu dengan menggunakan air rebusan daun bidara sebagai hair tonic.

Mengatasi Sariawan

2- Khasiat daun bidara yang kedua yakni untuk mengatasi sariawan. Daun bidara memiliki kandungan antioksidan di dalamnya, yang dapat mencegah bakteri berada di dalam mulut. Hal ini akan membantu anda mengatasi berbagai masalah mulut, seperti sariawan dan bibir pecah-pecah.



3- Manfaat daun bidara yang ketiga yaitu mampu mengatasi jerawat. Efek daun bidara ini juga bagus untuk merawat kulit, termasuk untuk mengatasi jerawat. Hal ini karena daun bidara memiliki kandungan antibakteri yang diyakini dapat membantu mengatasi jerawat.

Caranya cukup mudah, Pertama, siapkan 5 lembar daun bidara, lalu tumbuk halus. Selanjutnya, beri sedikit air atau perasan lemon hingga kental dan oleskan pada bagian yang berjerawat atau gunakan sebagai masker.

Diamkan selama sekitar 20 menit atau hingga mengering. Setelah itu, bilas wajah hingga bersih. Lakukan sebanyak 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 2 bulan. Anda juga bisa menggunakan bubuk ekstrak daun bidara yang dijual di toko herbal atau apotek.

4- Mengatasi Insomnia

Manfaat daun bidara yang keempat adalah dapat mengatasi insomnia. Daun bidara memiliki kandungan saponin, yang mana berkhasiat untuk memberikan efek yang menenangkan. Untuk mendapatkan manfaatnya, anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk teh. Daun bidara akan menjadi obat tidur alami yang baik sekaligus sebagai peningkat kualitas tidur anda.


5- Manfaat daun bidara yang kelima yaitu dapat meringankan depresi. Apabila anda atau orang terdekat anda sering mengalami depresi, anda bisa coba mengatasinya dengan menggunakan daun bidara.

Senyawa yang ada di dalam daun ini dapat memberikan efek nyaman dan dingin pada tubuh. Anda bisa mengolahnya menjadi teh untuk mendapatkan efek tersebut. Orang tua atau orang dewasa bisa menjadikan teh ini pilihan alami untuk mengatasi stres mereka.

6- Mencegah Penuaan Dini

Manfaat daun bidara yang selanjutnya yaitu dapat mencegah penuaan dini. Selain mengatasi masalah jerawat, daun bidara juga bisa digunakan untuk mencegah penuaan dini. Caranya, anda bisa menggunakan daun bidara sebagai masker seperti ketika membuat masker untuk mengatasi jerawat.

Dengan menggunakan masker daun bidara, dapat membantu mencegah keriput dan juga lingkaran hitam yang ada di bawah mata, yang mana keduanya merupakan gejala penuaan dini.

Anda juga bisa menggunakan serbuk daun bidara yang dicampur dengan madu atau perasan lemon yang dijadikan pasta, lalu balurkan pada wajah dan diamkan hingga mengering. Kemudian bilas menggunakan air hangat sampai bersih. Gunakan dua kali seminggu supaya wajah anda berseri dan mengurangi keriput


7- Manfaat daun bidara yang berikutnya adalah dapat mempercepat penyembuhan luka. Daun bidara memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Kedua sifat ini akan sangat membantu dalam mempercepat proses regenerasi kulit. Luka sayatan, gores, dan lecet mampu disembuhkan dengan menggunakan daun bidara ini.

Selain itu, daun bidara juga memiliki kandungan senyawa glikosida yang dapat menghilangkan bekas luka dan menyembuhkan luka bakar.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, cukup dengan meminum air rebusan daun bidara. Anda juga bisa mengambil bubuk ekstrak daun bidara, yang kemudian dicampur dengan sedikit air hingga menjadi pasta. Lalu balurkan pada area yang terluka.

Menurunkan Kolesterol

8- Manfaat daun bidara yang berikutnya adalah dapat menurunkan kolesterol. Serat yang larut dalam air dapat berguna untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Serat ini bisa anda dapatkan melalui air rebusan daun bidara. Daun bidara akan bermanfaat untuk mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan dan kemudian membuangnya keluar melalui feses.


9- Manfaat daun bidara yang selanjutnya adalah dapat menjaga Kesehatan jantung. Penyakit jantung memiliki berbagai penyebab, salah satunya adalah pola makan. Anda bisa menambahkan air rebusan daun bidara ke dalam menu pola makanan anda untuk mencegah munculnya penyakit ini.

Menyembuhkan Masalah Pencernaan

10- Manfaat daun bidara yang terakhir yaitu mampu mengatasi masalah pada pencernaan. Daun bidara berkhasiat untuk meringankan dampak negatif dari asam lambung, sehingga cocok bagi para penderita maag.

Selain itu, daun bidara juga mampu mengeluarkan racun yang terdapat dalam sistem pencernaan sehingga dapat mengatasi gangguan pencernaan lainnya, serta mencegah terjadinya infeksi pada saluran pencernaan.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, anda bisa meminum air rebusan daun bidara secara rutin, atau dengan cara mengaplikasikan daun bidara secara langsung pada bagian anus yang membengkak jika anda mengalami wasir.


 Aby hadimAl-Mujtaba

SEMUT JEPANG

 

5 Manfaat Semut Jepang untuk Kesehatan Tubuh, Tetap Perlu Diawasi Dokter










Kata Medis tentang Khasiat Semut Jepang untuk Kesehatan





Melansir dari kanal Klikdokter, terkait dengan pengobatan menggunakan semut Jepang ini, hingga saat ini sebenarnya masih belum ada penelitian dan laporan uji klinis yang dapat membenarkan khasiat dan manfaat semut Jepang terhadap beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, asam urat, dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Disamping itu, belum ada data-data yang menunjukkan cara kerja dan mekanisme bagaimana semut jepang dapat menurunkan tekanan darah tinggi, kadar gula darah, maupun kadar kolesterol juga masih belum ditemukan hingga saat ini.

Oleh karena itu, pengobatan dengan menggunakan semut jepang ini merupakan suatu jenis metode yang belum pasti karena belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Karenanya, dunia kesehatan juga masih belum dapat memastikan kebenaran kahasiat semut jepang dalam menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes maupun penyakit lainnya.

Karena masih belum ada penelitian medis lanjutan yang mendukung dan membuktikan bahwa semut jepang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, maka Anda dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih semut jepang.

 Apalagi untuk menjadikan metode pengobatan jenis lainnya untuk mengatasi penyakit tertentu. Tetap selalu konsultasikan ke dokter spesialis Anda sebelum menggunakannya.


Aby hadim Al;-Mujtaba.

MANFAAT / KHASIAT HEWAN UNDUR-UNDUR

Hewan langka yang ada khasiatnya




PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN- banyak khasiat di hewan undu-undur, Yuk Konsumsi

  1. Mengobati Stroke. Undur-undur dapat mengobati penyakit mematikan seperti stroke. ...
  2. Mengobati Diabetes. ...
  3. Mengobati Darah Tinggi. ...
  4. Mengobati Rematik dan Asam Urat. ...
  5. Mengobati Asma. ...
  6. Mengobati Sakit Kuning. ...
  7. Menurunkan Kolesterol Jahat dalam Tubuh.
5 Okt 2019




Manfaat Menakjubkan Hewan Undur-undur, Yuk Konsumsi.

Tahu Hewan Undur-undur, Ini 7 Manfaatnya Bagi Kesehatan. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Undur-undur memiliki penampilan yang sekilas mirip dengan capung karena sama-sama memiliki abdomen yang panjang dan memiliki dua pasang sayap transparan berurat pada thoraxnya.

Ia bisa dibedakan dengan capung dengan melihat antenanya yang panjang dan ujungnya sedikit melengkung, ukurannya yang rata-rata lebih kecil, dan matanya yang terletak di sisi kepala serta berukuran lebih kecil dibandingkan mata capung.




Undur-undur juga tidak bisa terbang secepat dan selincah capung karena ia pada dasarnya merupakan penerbang lemah. Dan ada banyak sekali undur-undur bagi kesehatan, diantaranya diurai di bawah ini.

1. Mengobati Stroke
Undur-undur dapat mengobati penyakit mematikan seperti stroke. Jadi jika ada keluarga, orang terdekat atau tetangga Anda yang terkena penyakit tersebut, maka berikan Undur-undur untuk mengobatinya.

2. Mengobati Diabetes
Undur-undur telah lama digunakan di Tiongkok sebagai bahan baku untuk pembuatan obat penyakit diabetes. Caranya Undur-undur dijadikan serbuk kemudian serbuk tersebuk dimasukkan ke dalam kapsul lalu dikonsumsi.
Baca juga :Manpaat Daun Bidara Untuk kesehatan






3. Mengobati Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi terjadi karena naiknnya tensi darah melebihi batas normal. Kandungan zat yang terkandung di dalam Undur-undur mampu mengurangi tekanan darah yang ada di dalam tubuh manusia.

4. Mengobati Rematik dan Asam Urat
Undur-undur mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada kondisi tubuh lemah lunglai maka disitu peran Undur-undur sehingga tubuh yang terasa ngilu, kaku pegal dan terasa sakit akan terobati.

5. Mengobati Asma
Penyakit asma merupakan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol agar tidak kambuh. Undur-undur dapat membantu memperbaiki pembengkakan yang terjadi pada paru-paru sehingga dapat mengurangi resiko penyakit asma.

6. Mengobati Sakit Kuning
Penyakit kuning terjadi karena penumpukan zat kuning di dalam tubuh. Undur-undur dapat mengobati penyakit kuning dengan cara mencegah terurainya sel darah merah.

7. Menurunkan Kolesterol Jahat dalam Tubuh
Kolesterol yang berlebihan akan berakibat menurunnya kesehatan. Kolesterol ini bersumber dari makanan dan dari hasil produksi hati. Manfaat Undur-undur mampu bekerja mengurangi produksi zat lipid di dalam hati sehingga dapat mengurangi kolesterol yang tinggi. Jadi untuk mengatasi kolesterol Anda hanya perlu mengonsumsi Undur-undur,

  Aby hadim  Al-Mujtaba'

 Bambu Kuning Kaya Manfaat Sekaligus Dipercaya Pagar Gaib

Tuesday, 4 May 2021

HUKUM PUASA BAGI WANITA YANG LAGI HADATS NIFAS



 PONDOK HIKMAN AL-BAROKAH BANTEN-                                          Tanya: Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Aby hadim,Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan dalam keadaan punya hadats Nifas  sebulan tidak puasa,

dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra)


Jawab: Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatuwassalamu 'alaa rasulillah.
Pertama: Hukum Puasa Wanita Yang Nifas
Wanita yang melahirkan disebut juga dengan wanita nifas. Karena nifas secara bahasa maknanya adalah melahirkan. (Lisaanul 'Arob 6/238, Ibnul Manzhur, An-Nihayah 5/95,

 Ibnul Atsir).
Sedangkan secara terminology syari’at nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan. (Risalah Fid Dimaa at-Thobi’iyyah hal.51, Ibnu Utsaimin).

Wanita yang sedang haidh dan nifas tidak boleh puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, dan para ulama telah sepakat dalam masalah ini. (Lihat Marotib al-Ijma’ hal.40, Ibnu Hazm, al-Ijma’ hal.43, Ibnul Mundzir, al-Mughni 4/397, Ibnu Qudamah)
Rasululloh shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

Bukankah wanita jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak puasa?                                    Itulah bentuk kurang agamanya. (HR.Bukhari: 304, Muslim: 132)

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan: “Hukum wanita nifas sama halnya dengan hukum wanita haidh dalam seluruh perkara yang diharamkan dan kewajiban yang gugur bagi mereka, kami tidak mengetahui ada perselisihan dalam masalah ini”. (Al-Mughni 1/350)

Kedua: Cara Wanita Yang Nifas Mengganti Puasa
Aisyah radhiyallahu 'anhaa berkata: “Kami mengalami haidh pada zaman Rasululloh, maka kami diperintah untuk mengqodho puasa dan tidak diperintah untuk mengqodho shalat”. (HR.Bukhari: 321, Muslim: 335)

Dan cara wanita nifas mengganti puasa sama dengan cara wanita haidh, dengan demikian, wanita yang nifas wajib mengganti puasa (qodho), dan tidak boleh membayar hutang puasanya dengan memberi makan fakir miskin (fidyah).

Akan tetapi, umumnya wanita yang melahirkan mereka juga langsung menyusui anaknya. Dan wanita yang menyusui boleh tidak puasa serta wajib mengganti puasanya dengan qodho atau membayar fidyah.

Sehingga dalam diri wanita yang melahirkan terkumpul dua keadaan;
Keadaan Pertama; keadaan nifas, ini disebut dengan keadaan yang menghalangi dan melarang (Janib al-Haazhir wal Mani’).

Keadaan Kedua; keadaan menyusui, ini disebut dengan keadaan yang membolehkan untuk berbuka puasa (janib al-mubiih).

Dan para ulama telah menjelaskan jika berkumpul antara keadaan yang melarang dan keadaan yang membolehkan maka keadaan yang melarang itulah yang dimenangkan. Kaidahnya dalam bahasa arab berbunyi; Idzajtama’a Jaanib al-Haazhir wal Mubiih Ghulliba Jaanib al-Haazhir.

Maka wanita yang melahirkan wajib mengqodho puasanya, dan tidak boleh membayar dengan fidyah. Allohu A’lam.


Ketiga: Waktu Pelunasan Hutang Puasa
Dalam pertanyaan di atas ada yang masih kurang jelas, yaitu ucapan saudara dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa, waktu dulu disini apakah satu tahun yang lalu, yaitu setahun sebelum bulan Ramadhan tahun ini ataukah beberapa tahun yang lalu sebelum Ramadhan tahun ini? Karena jika maksudnya waktu dulu yaitu setahun yang lalu maka anda benar, boleh melunasi hutang puasa tahun lalu saat ini, karena wanita haidh dan nifas mengganti puasa Ramadhan pada hari mana saja yang dia mampu. Boleh mengakhirkannya selama belum datang bulan Ramadhan berikutnya. Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban”. (HR.Muslim: 1146)

Imam Ibnu Qudamah mengatakan: “Andaikan mengakhirkan membayar utang puasa Ramadhan boleh lewat Ramadhan berikutnya tentulah akan dikerjakan oleh Aisyah”. ( Al-Kaafii 1/359)

Akan tetapi jika maksud dari waktu dulu disini adalah beberapa tahun yang lalu, maka hukum orang yang mengakhirkan hutang puasa sampai lewat Ramadhan ada dua keadaan;
Pertama: jika dia melakukannya karena udzur yang terus menerus, sehingga tidak mampu melunasi hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya, maka tidak ada dosa baginya, dan dia wajib mengganti hutang puasanya setelah Ramadhan berakhir atau kapan saja selama belum datang bulan Ramadhan lagi.
Alloh berfirman;

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا [البقرة/286]

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS.al-Baqoroh: 286).

Kedua: jika dia melakukannya karena lalai dan peremehan tanpa udzur, maka menurut sebagian ulama cukup baginya mengganti hutang puasanya dan tidak perlu diiringi dengan memberi makan fakir miskin (fidyah). Karena Alloh berfirman;

فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة/184]

Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS.al-Baqoroh: 184).

Dan wajib baginya bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh atas kelalaian dan peremehannya tanpa udzur.

Namun sebagian sahabat seperti Ibnu Abbas dan Abu Hurairoh berfatwa bahwa orang yang lalai membayar hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya maka dia mengqadha puasanya dan juga memberi makan fakir miskin. 

Riwayat ini telah shahih datang dari mereka sebagaimana dalam sunan ad-Daroquthni 2/197, dan inilah yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam fatwanya. Allohu A’lam    
Lihat di YouTube
pondok hikmah banten
Aby hadim Al-Mujtagba

HUKUM AQIQOH


Bagaimana Mengaqiqohi anak yang sudah meninggal




PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN-                          Tanya: Assalamualaikum.Wr. Wb. Aby hadim, Saya mau nanya Bagaimana hukumnya mengaqiqahkan anak yang sudah wafat? 

Apakah kewajiban orang tua belum gugur? Mohon dijawab terima kasih. Wassalamualaikum. (Ardiansyah Permadi)

Jawab:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatu wassalamu 'alaa rasulillah.

Aqiqah termasuk sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan. Berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak, diantaranya dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Artinya: "Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan kambing pada hari ke-7, dicukur rambutnya serta diberi nama" (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’iy, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Abdul Haq, lihat at-Talkhis 4/1498 oleh Ibnu Hajar)

Maksud tergadaikan di sini adalah tertahan dari suatu kebaikan yang seharusnya diperoleh jika ia diaqiqahi. Karena seorang bisa kehilangan memperoleh kebaikan karena perbuatannya sendiri atau karena perbuatan orang lain. (Lihat Tuhfatul Maudud,Ibnul Qayyim hal.122-123, tahqiq: Syeikh Salim al-Hilali)

Berdasarkan perintah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits diatas maka tidak selayaknya meninggalkan aqiqah jika mampu. Bahkan kebiasaan para salaf mereka senantiasa melaksanakan aqiqah untuk anak-anak mereka.

Yahya al-Anshori rahimahullahu mengatakan: “Aku menjumpai manusia dan mereka tidak meninggalkan aqiqah dari anak laki-laki maupun perempuan”. (Al-Fath ar-Robbani, Ibnul Mundzir 13/124, lihat Ahkam al-Maulud hal.51, Salim bin Ali Rosyid as-Sibli dan Muhammad Kholifah Muhammad Robah)

Berhubungan dengan mengaqiqahi orang yang sudah meninggal maka tidak lepas dari tiga keadaan;

Pertama: Orang tua mengaqiqahi anak yang telah meninggal. Jika anak tersebut meninggal ketika sudah terlahir ke dunia, tetap disyariatkan untuk diaqiqahi.
Dan jika meninggalnya masih dalam kandungan dan sudah berusia 4 bulan maka disyariatkan aqiqah, jika kurang dari 4 bulan maka tidak disyariatkan.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Apabila janin itu keguguran setelah ditiupkannya ruh maka janin tersebut dimandikan, dikafani, disholati dan dikubur di pekuburan kaum muslimin, serta diberi nama dan diaqiqahi. Karena dia sekarang telah menjadi seorang manusia, maka berlaku pula baginya hukum orang dewasa”. (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyyah hal.90, Ibnu Utsaimin)

Kedua: Anak mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal. Hukumnya tidak disyariatkan, karena perintah aqiqah ditujukan kepada orang tua bukan kepada anak
.
Ketiga: Mengaqiqahi seorang manusia yang telah meninggal. Jika ada seseorang yang meninggal dan dia semasa hidupnya belum diaqiqahi, maka tidak disyariatkan bagi ahli warisnya untuk mengaqiqahinya. Allohu A’lam. (Faedah ini kami dapat dari Syaikhuna Saami bin Muhammad as-Shuqair, murid senior dan menantu Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin, Jazaahullohu Khoiron).



Aby hadim Al-Mujtaba

HUKUM NGDZANI DAN IQOMAHI DITELINGA BAYI

 



PONDOK HIKMAH AL BANTEN-Tanya: Assalamualaikum. Apakah adzan dan iqomah buat bayi baru lahir sama beserta adzan dan iqomah waktu akan melakukan sholat? (Didik)

Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelum kami memenuhi pertanyaan diatas, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu hukum adzan dan iqomat bagi bayi yang baru lahir, sunnahkah adzan di telinga bayi yang baru lahir?

Masalah ini harus kita perhatikan beserta baik, sebab kebanyakan para penulis yang membahas masalah ini menegaskan sunnahnya mengadzani bayi, sampai para ulama sekelas Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (6/389) dan Imam Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud hal.61.

Padahal perkaranya bukan demikian, ialah bukan disyariatkan mengadzani bayi yang baru lahir. Karena seluruh kejadian tentang masalah tersebut derajatnya lemah, sehingga bukan boleh dijadikan sandaran hukum dalam beramal. Kelemahan kejadian tersebut sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam ad-Dho’iifah no.321 
dan dijelaskan tentang kelemahannya beserta bagus oleh penulis Ahkam al-Maulud Fis Sunnah al-Muthohharoh hal.34-39. lihat pula Tahqiq Syaikh Salim al-Hilali terhadap kitab Tuhfatul Maudud hal.61-65 yang kesimpulannya beliau menilai lemah kejadian mengadzani di telinga bayi yang baru lahir.

Berhubungan beserta pertanyaan di atas, anggaplah bahwa kejadian mengadzani di telinga bayi adalah shohih (padahal lemah), apakah sama lafazh adzannya beserta lafazh adzan buat shalat? 

Jawabnya; lafazhnya adalah sama, lantaran rahasia disyariatkannya (Padahal bukan disyariatkan) mengadzani bayi biar kalimat pertama yang di dengar oleh bayi baru lahir adalah kalimat adzan yang berisi tetang keagungan Alloh, syahadat tauhid dan lain-lain. 

Juga hikmah yang lain biar beserta adzan ini membuat setan lari, lantaran setan akan selalu mengintai manusia buat mengganggu dan memberi ujian.(Lihat Tuhfatul Maudud hal.64)
Allohu A’lam


Aby hadim Al-Mujtaba
Monday, 3 May 2021

HUKUKM JIMA' DENGAN ISTRI SELAGI PUASA

 

`



PONDOK HIKMAH BANTEN-Tanya: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali berhubungan intim dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih, Wasalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU)


Jawab:
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah washshsalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah.
Berhubungan intim dengan istri pada siang hari bulan Ramadhan termasuk dosa dan membatalkan puasa. Alloh ta'aalaa berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ [البقرة/187]

Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS.al-Baqoroh: 187).
 “Tatkala kami sedang duduk-duduk di sekitar Rasulullah, datanglah seorang laki-laki. Lalu dia berkata: 

“Wahai Rasulullah celakalah saya”. 
Beliau bertanya: Ada apa denganmu? 

Dia menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya, padahal saya sedang puasa. Rasulullah lantas bertanya; Apakah engkau mempunyai seorang budak yang dapat engkau bebaskan? 
Dia menajawab: Tidak!. Rasulullah kembali bertanya: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? 
Dia menjawab: Tidak! Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu mampu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? 
Dia menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah diam sejenak. Tiba-tiba Rosululloh dibawakan sekeranjang korma. Beliau bertanya: Mana yang tadi bertanya? 
Dia menjawab: Saya. Beliau berkata: Ambillah sekeranjang korma ini dan bersedekahlah dengannya!. Laki-laki tadi malah berkata; Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya wahai Rosulullah? 
Demi Alloh, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada saya!

 Rosulullah akhirnya tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Lalu beliau bersabda: Berikanlah korma ini kepada keluargamu!(HR.Bukhari: 1936, Muslim: 1111)

Berdasarkan hadist di atas, orang yang bersetubuh di siang hari di bulan ramadhan, selain batal puasa dan berdosa, maka dia wajib membayar kaffarot dengan urutan sebagai berikut
Pertama; Membebaskan budak.
Kedua ; Bila tidak mendapatkan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.
Ketiga: Bila tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan enam puluh orang miskin.

Selain itu dia juga wajib mengqodho puasa, menurut pendapat mayoritas ulama, karena orang yang bersetubuh telah merusak satu hari Romadhan, maka wajib baginya untuk menggantinya pada hari yang lain, sebagaimana jika dia batal puasanya karena makan dan minum. (At-Tamhid 7/157, Ibnu Abdil Barr)

Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm (Al-Muhalla 6/264) dan Imam Syafii (Lihat al-Mughni 4/372 ) berpendapat bahwa tidak ada qodho bagi yang bersetubuh pada siang hari bulan Romadhan. Karena nabi tidak memerintahkan laki-laki tadi untuk mengganti puasanya. Adapun riwayat yang mengatakan maka berpuasalah sebagai ganti hari yang batal adalah riwayat yang syadz (ganjil) tidak bisa dijadikan dalil.

Dan pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama, karena tidak kita ragukan bahwa mengganti puasa adalah lebih berhati-hati dan lebih melepaskan tanggungan. Allohu A’lam. (Minhatul ‘Allam 5/68 )
Dengan demikian saudara penanya tetap berkewajiban untuk membayar kaffarot, dan mengganti puasa yang ditinggalkan. Nasehat kami, bersegeralah menunaikan tanggungan ini, disertai taubat yang nashuha kepada Allah.


Aby hadim Al-Mujtaba 


Sunday, 2 May 2021

APAKAH SAH PUASANYUA.

 

Apabila Sudah masuk waktu subuh masih punya hadats Junub.


Tanya: Assalamu'alaikumwarahmatullahi wabarakatuhu. Saya ingin menanyakan apakah sah puasa kita jika kita mandi wajib ketika matahari sudah tinggi (waktu imsak sudah lewat)? (Riswadi)

Jawab: Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuhu. Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin.
Jumhur ulama berpendapat bahwa barangsiapa yang junub pada malam hari, kemudian baru mandi setelah terbit fajar (masuk waktu shalat shubuh) maka puasanya sah.                    
Allah ta'aalaa berfirman: [البقرة/187]

فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Artinya: "…Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian (yaitu anak), dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS. AL-Baqarah: 187)
Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:

أباح تعالى الأكل والشرب، مع ما تقدم من إباحة الجماع في أيّ الليل شاء الصائمُ إلى أن يتبين ضياءُ الصباح من سواد الليل

"Allah ta'aalaa membolehkan makan, minum, dan membolehkan jima' pada malam hari, kapan saja orang yang puasa tersebut menghendaki, sampai jelas cahaya shubuh dari gelapnya malam" (Tafsir Ibnu Katsir 1/512).
Berkata Imam An-Nawawi rahimahullah:

ومعلوم أنه اذا جاز الجماع إلى طلوع الفجر لزم منه أن يصبح جنبا ويصح صومه لقوله تعالى: ثم أتموا الصيام إلى الليل

"Dan maklum bahwa apabila diperbolehkan jima' sampai fajar (shubuh) maka mengharuskan bolehnya seseorang masuk shubuh dalam keadaan junub, dan sah puasanya, karena itu Allah berfirman (yang artinya): "Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam (tenggelam matahari)" (Syarh Shahih Muslim 7/221)
Dan di dalam hadits Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhumaa;

إن كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلاَمٍ فِى رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: "Adalah Rasulullah pernah memasuki fajar pada bulan Ramadhan dalam keadaan junub karena berhubungan badan dengan isterinya bukan karena mimpi,kemudian beliau berpuasa.( HR.Bukhari: 1926, Muslim: 1109)
Abul 'Abbaas Al-Qurthuby menjelaskan bahwa diantara faidah hadist adalah bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihiwasallam menggauli istrinya dan mengakhirkan mandi sampai waktu shubuh, untuk menjelaskan disyariatkannya (dibolehkannya) perkara ini. (Lihat Al-Mufhim 3/167).
Demikian pula masuk dalam masalah ini adalah wanita yang haidh dan nifas apabila darah mereka terhenti dan melihat sudah suci sebelum fajar, maka hendaknya ikut puasa bersama manusia pada hari itu sekalipun belum mandi kecuali setelah terbitnya fajar. (Lihat Al-Mufhim, Al-Qurthuby 3/166, dan Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi 7/222).
Allohu A’lam.



Aby hadim Al-Mujtaba