Saturday, 1 May 2021

SEJARAH KEWAJIBAN PUASA










PONDOK HIKMAH BANTEN-
Tanya: Assalaamu'alaikum warahmatulloohi wabarakaatuh, Aby...ane mau nanya tentang PUASA RAMADHAN ni..dimulai sejak zaman nabi siapakah puasa Ramadhan, apakah sejak dulu satu bulan penuh Ramadhan.Jazakallohu khoiron.( yanto satpam)

Jawab:
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah, washsholaatu wassalaamu 'alaa rosulillah.
Kewajiban puasa ramadhan telah ada di dalam syariat umat-umat sebelum umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana jelas di dalam ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa" (QS. Al-Baqoroh: 183).

Sebagian salaf mengatakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang sebelum kita adalah orang Nashrani, sebagian lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ahlul kitab, sebagian yang lain mengatakan bahwa mereka adalah semua manusia sebelum kita, 

mereka dahulu berpuasa Ramadhan penuh. Lihat atsar-atsar mereka di dalam Tafsir Ath-Thabary ketika menafsirkan ayat yang mulia ini.
Kemudian Ath-Thabary menguatkan bahwa pendapat yang paling dekat adalah yang mengatakan bahwa mereka adalah ahlul kitab, 

dan beliau mengatakan bahwa syariat puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan adalah ajaran Nabi Ibrahim, yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ummatnya diperintahkan untuk mengikutinya. (Lihat Tafsir Ath-Thabary, tafsir Surat Al-Baqarah: 183)
Adapun kewajiban puasa Ramadhan bagi ummat Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam maka datang melalui 2 fase:
Pertama: Takhyiir (diberi pilihan)

Puasa Ramadhan saat pertama kali diwajibkan, seorang muslim yang mampu berpuasa diberi 2 pilihan, berpuasa atau memberi makan satu orang miskin, akan tetapi puasa lebih diutamakan dan dianjurkan. Berdasarkan firman Alloh ta'aalaa yang berbunyi;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183) أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (184) [البقرة/183، 184]

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. 
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kalian mengetahui. (QS.Al-Baqoroh: 183-184).
Salamah bin Akwa’ berkata;

كُنَّا فِى رَمَضَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ فَافْتَدَى بِطَعَامِ مِسْكِينٍ حَتَّى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه)

"Dahulu kami ketika di bulan Ramadhan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam, barangsiapa yang ingin berpuasa maka boleh berpuasa, dan barangsiapa yang ingin berbuka maka dia memberi makan seorang miskin, hingga turun ayat Alloh (yang artinya); Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib berpuasa". (HR.Bukhari: 4507, Muslim: 1145)

Kedua: Ilzaam (pengharusan)
Dalam fase ini maka seorang muslim yang terpenuhi syarat wajib puasa harus berpuasa dan tidak ada pilihan lain. Allah ta'aalaa berfirman:

(فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه)

Artinya: "Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib berpuasa"

Pada awalnya orang yang tidur sebelum makan (berbuka puasa) atau sudah menunaikan shalat isya maka dia tidak boleh makan, minum, dan berjima' hingga hari berikutnya.

 Kemudian Allah ta'alaa memberikan keringanan dan membolehkan makan, minum, dan mendatangi istri pada malam hari penuh di bulan Ramadhan.
Allah ta'aalaa berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ [البقرة/187]

Artinya: " Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian mengkhianati diri kalian sendiri (yaitu tidak dapat menahan nafsu kalian), 
karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam" (QS.Al-Baqoroh: 187)

Demikianlah puasa diwajibkan terakhir kali dan tetap demikian hingga hari kiamat. (Lihat keterangan Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma'aad 2/30)

Kapan Puasa Ramadhan Diwajibkan?
Imam Ibnul Qoyyim rahimahulloh mengatakan: “Tatkala menundukkan jiwa dari perkara yang disenangi termasuk perkara yang sulit dan berat, maka kewajiban puasa Ramadhan tertunda hingga setengah perjalanan Islam setelah hijrah. Ketika jiwa manusia sudah mapan dalam masalah tauhid, sholat, dan perintah-perintah dalam al-Qur’an, maka kewajiban puasa Ramadhan mulai diberlakukan secara bertahap. Kewajiban puasa Ramadhan jatuh pada tahun kedua hijriah, tatkala Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam wafat, beliau sudah mengalami sembilan kali puasa Ramadhan. ( Zaadul Ma’ad 2/29)
Allohu A’lam.


Aby hadim Al-Mujtaba 

ILMU AGAMA LEBIH UTAMA DARI ILMU DUNIA

 




PONDOK HIKMAH BANTEN-"Ilmu bertambah (tumbuh berkembang) terus 

dengan diamalkan, sedangkan harta berkurang setiap kali diinfaqkan (dikeluarkan)"

Ilmu bertambah dengan dua cara, pertama dengan diamalkan, yang kedua dengan disampaikan kepada orang lain. 
Oleh karena itu sebagian riwayat datang dengan lafadz

 "على الإنفاق"

 yaitu bertambah ilmu tersebut dengan diinfaqkan kepada orang lain .                                    Ilmu bertambah dan tumbuh ketika diamalkan karena ilmu tersebut akan semakin menancap kokoh di dalam hatinya. Dan ilmu akan bertambah ketika disampaikan ke orang lain karena pemiliknya setiap kali menyampaikan ilmu tersebut maka pertama: ilmu yang ada di dalam hatinya akan bertambah dalam, dan yang kedua: semakin banyak orang yang mengetahui ilmu tersebut.
 Ilmu yang awalnya hanya diketahui oleh satu orang, kemudian disampaikan kepada 5 orang, maka sekarang yang mengetahui ilmu tersebut menjadi 6 orang. Dan orang yang pertama tidak akan kehilangan ilmu tersebut.

 Jadi ilmu seperti api yang awalnya kecil, apabila diambil darinya maka akan bertambah dan asalnya tidak berkurang. Bahkan sering seseorang ketika menyampaikan suatu masalah, dia justru bisa mengetahui masalah yang lain, yang sebelumnya tidak dia ketahui.

 Dan ini adalah sebagai balasan dari Allah bagi orang yang berusaha mengajari ilmu bagi manusia, Allah akan mengajari dia juga ilmu. Dalam sebuah hadist Qudsi Allah mengatakan: 

 َيَا اَبْنَ آدَمْ أَنْفِقْ أَنْفِقْ عَـلََيْك 

 "Wahai anak Adam, berinfaqlah maka Aku akan berinfaq untukmu" (Muttafaqun 'alaihi, dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
 Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa infaq disini mencakup infaq ilmu. (Lihat Miftah Daari As-Sa'aadah 1/128). 

 Adapun harta, setiap kali dibelanjakan untuk kepentingan dunia maka dia akan berkurang jumlahnya secara zhahir. 

"Mencintai ilmu adalah termasuk agama, yang kita beribadah kepada Allah dengan rasa cinta tersebut" 

 Ilmu agama adalah warisan para nabi 'ِAlaihimussalam, Allah mencintai ilmu ini dan mencintai para pembawanya, dan mencintai apa yang dicintai Allah adalah ibadah, oleh karena itu mencintai ilmu adalah termasuk diperintahkan dalam agama dan merupakan ibadah kepada Allah. 

 Adapun mencintai harta dunia maka bukan termasuk ibadah, dan dalam keadaan tertentu bisa tercela. 
"Ilmu membuahkan ketaatan orang lain kepada orang yang berilmu tersebut semasa dia hidup" 

Maksudnya seseorang yang berilmu, ilmunya akan menjadi sebab adanya ketaatan orang lain kepadanya, tanpa adanya pemaksaan. Apabila dia berbicara akan didengar, apabila dia berpendapat akan dianggap pendapatnya, 
bahkan oleh para penguasa sekalipun. Yang demikian karena para ulama mereka tidak berbicara dan berpendapat kecuali dengan ilmu yang diambil dari firman Allah dan hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

"Ilmu meninggalkan sebutan yang baik setelah meninggalnya orang alim tersebut"
Maksudnya seorang alim apabila meninggal maka nama baik dan jasanya akan dikenang oleh manusia sepanjang masa. 
 Lihat para ulama yang meninggal ratusan tahun yang silam, dari semenjak para sahabat sampai zaman sekarang, Allah masih mengabadikan nama mereka sampai hari ini. Nama-nama mereka banyak disebut di majelis-majelis ilmu, di kitab-kitab dan lain-lain. Buku-buku mereka masih dibaca dan memenuhi perpustakaan-perpustakaan. 

"Apa yang diperbuat karena harta akan hilang bersama kemusnahannya" Maksudnya hubungan antara manusia yang hanya didasarkan harta akan musnah bersama musnahnya harta tersebut, 

seperti seseorang yang mencintai atau menghormati orang lain karena diberi harta, maka ketika dia tidak lagi memberinya harta, diapun tidak lagi mencintai dan menghormatinya.

 Berbeda dengan hubungan dan saling mencintai karena ilmu maka ini akan kekal meskipun 'alim tersebut sudah tidak bisa memberikan ilmu karena pikun misalnya, bahkan ketika dia sudah meninggal, hati manusia masih mencintainya. 

"Orang yang menumpuk harta maka mati (nama mereka) sedang mereka dalam keadaan hidup (jasadnya), dan para ulama (namanya) akan tetap ada selamanya; jasad mereka hilang (musnah), tapi sifat-sifat teladan mereka (yaitu para ulama) ada di dalam hati (manusia)" 

 Maksudnya orang yang memiliki harta maka nama-nama mereka tidak disebut, dan tidak terkesan dalam hati manusia apabila harta tersebut tidak sampai manfaatnya kepada mereka, sehingga dia dianggap seperti orang yang sudah mati, meskipun mereka sebenarnya hidup. 

Ini berbeda dengan ilmu, dimana pemiliknya meskipun sudah meninggal tetapi tetap diingat oleh manusia dalam hati mereka dan sering disebut oleh lisan mereka, seakan-akan para ulama tersebut masih hidup. 

 Demikianlah sebagian keutamaan ilmu agama di atas harta dunia yang disebutkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, dan Ibnul Qayyim rahimahullahu telah menyebutkan banyak keutamaan ilmu di atas harta dalam kitab beliau Miftah Daar As-Sa'aadah, diantaranya: 

 1. Ilmu adalah warisan para nabi; sedang harta adalah warisan raja dan orang kaya 
2. Ilmu ikut masuk menemani pemiliknya di alam kubur, sedang harta meninggalkan              pemiliknya. 
3. Ilmu menghakimi harta,dan harta tidak menghakimi ilmu. 
4. Ilmu yang bermanfaat hanya Allah berikan kepada orang yang beriman, 
    sedang harta Allah berikan kepada orang mu'min maupun kafir. 
5. Seorang 'alim dibutuhkan oleh semua orang dari para raja sampai rakyat jelata,                    sedangkan orang kaya yang butuh kepadanya hanya orang miskin. 
6. Ilmu mengajak pemiliknya untuk tawadhu' dan ikhlash kepada Allah, sedang harta              mengajak pemiliknya untuk pamer, menyombongkan diri, bermaksiat serta menyembah .   kepada harta tersebut. 
7. Kelezatan ilmu terus menerus dirasakan, baik ketika diawal dia mendapatkan atau ketika dia mengamalkan dan menyampaikannya. Sedangkan harta nikmatnya hanya di awal ketika dia baru mendapatkannya. Dan bukanlah maksud dari apa yang kita sampaikan di atas, adalah anjuran meninggalkan dunia secara total. Silakan kita bekerja mencari dunia namun jadikanlah ilmu sebagai imam dan pedoman, jadikanlah harta mau diatur dengan ilmu agama. Ilmu agama mengatur supaya kita mencari harta yang halal dan meninggalkan yang haram. Ilmu agama menyuruh kita bertawakkal kepada Allah dan tidak bertawakkal kepada sebab. Ilmu menyuruh kita untuk qanaah (merasa cukup dengan pemberian Allah), meyakini bahwa rezeki sudah ditetapkan oleh Allah, tidak akan bertambah dan tidak berkurang, menggunakan harta di jalan Allah dan tidak menggunakannya dalam kemaksiatan, dan ilmu agama menyuruh kita supaya harta dunia tidak melalaikan kita dari akhirat. Demikian, wa aakhiru da'waanaa anil hamdu lillahi rabbil 'alamin.

Ay hadimAl-Mujtaba
Friday, 30 April 2021

ILMU AGAMA LEBIH PENTING DARI PADA HARTA

 







PONDOK HIKMAH BANTEN-"Ilmu lebih baik daripada harta

Ini adalah kalimat yang global, sebelum  beliau. menyebutkan secara terperinci segi-segi kebaikan ilmu dibanding harta., yang demikian supaya pendengar menyiapkan dirinya untuk mendengar apa yang akan disampaikan.

Dan yang dimaksud dengan ilmu disini adalah ilmu agama, ilmu yang bermanfaat. Sedangkan harta disini adalah harta yang dicari bukan karena ketaatan kepada Allah tetapi hanya karena kesenangan dunia semata.

" Ilmu menjagamu, sedang harta engkau yang menjaganya"
Maksudnya adalah ilmu menjadi sebab Allah menjaga dirimu, menjagamu dari kebinasaan di dunia maupun akhirat.
Menjaga seseorang dari kebinasaan di akhirat, karena dengan ilmu agama seseorang bisa mengetahui perintah Allah sehingga dia bisa laksanakan, dan bisa mengetahui larangan Allah sehingga bisa dia jauhi. Dengan sebab ilmu ini Allah menyelamatkan dia dari hal-hal yang membuat murka Allah sehingga dia bisa selamat dari adzab neraka dan masuk ke dalam surga Allah.

Adapun menjaga seseorang dari kebinasaan di dunia, maka Allah akan menjaga seseorang dengan ilmu tersebut dimanapun dia berada. Diantara contoh penjagaan ilmu terhadap seseorang adalah kisah seseorang yang membunuh 100 orang seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟

"Dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Allah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: Dahulu kala di antara ummat sebelum kalian ada seorang lelaki yng membunuh 99 orang, maka dia bertanya tentang orang yang paling 'alim di atas permukaan bumi, maka dia ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah, maka diapun mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 99 orang , 

apakah dia masih diterima taubatnya? Maka ahli ibadah itupun menjawab: Tidak (diterima taubatnya); maka orang tersebut membunuh ahli ibadah itu sehingga genaplah menjadi 100. Kemudian dia bertanya lagi , siapa orang yang paling 'alim di permukaan bumi ?

 Maka ditunjukkan kepada seorang 'alim, dan diapun mengabarkan bahwa dia telah membunuh 100 orang, apakah taubatnya masih diterima? Maka 'alim tersebut mengatakan: Iya, apa yang menghalangi dia untuk diterima taubatnya?... (HR. Muslim)
Lihatlah bagaimana ilmu menjadi sebab terjaganya 'alim tersebut dari kebinasaan.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa ilmu menjaga pemiliknya dari kecelakaan dan musibah, karena seseorang pada asalnya tidak mungkin memasukkan dirinya dalam kebinasaan apabila dia memiliki akal, dan tidak mungkin dia menjerumuskan jiwanya dalam kehancuran kecuali apabila dia jahil/ bodojh.

Contohnya seperti orang yang memakan makanan yang beracun, maka orang yang tahu makanan tersebut beracun akan menahan diri dan tidak mau memakannya, tapi orang yang tidak tahu akan memakannya dan teracuni karena kebodohannya

Dan orang yang mengenal Allah, perintah dan laranganNya, mengetahui musuh dan tipu dayanya dalam menyesatkan manusia, dengan ilmunya dia bisa selamat dari was-was syetan. Setiap kali syetan berusaha menyesatkan dia dari jalan Allah maka ilmu dan iman tersebut mengingatkan dia sehingga dia kembali kepada Allah. (Lihat Miftaah Daari As-Sa'aadah 1/128)

Sedangkan harta, maka pemiliknya setelah lelah dalam mencarinya maka dia juga harus lelah dalam menjaganya, siang dan malam dia dalam keadaan cemas, resah, dan gelisah memikirkan harta yang dia dapatkan, bagaimana supaya harta tersebut aman, bertambah terus dan tidak berkurang. Dimanapun dia letakkan harta tersebut dia merasa tidak aman, dan dia akan bertambah stres bila harta tersebut benar-benar hilang atau berkurang.

Allah ta'alaa berfirman:

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ


"Maka janganlah membuat kamu kagum harta dan anak-anak mereka, sesungguhnya Allah ingin mengadzab mereka dengannya di kehidupan dunia ini, dan menjadikan resah jiwa mereka, sedangkan mereka dalam keadaan kafir" (QS. At-Taubah : 55)

Dan di akhirat dia akan mendapat perhitungan yang panjang, dia akan ditanya tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia dapatkan, sebagaimana hadist dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu 'anhu beliau berkata: Rasulullah shallallhu 'alaihiwasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

"Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, dan tentang ilmunya; apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia belanjakan, dan ditanya tentang jasadnya; untuk apa dia gunakan" (HR. At-Tirmidzy, dishahihkan Syeikh Al-Albany)
Jadi harta dunia bila dicari hanya karena kelezatan semata dan bukan karena Allah, maka akan menyusahkan pemiliknya di awal (ketika di mencari), di tengah (ketika dia menjaganya), dan di akhir kelak(ketika menghadapi hari perhitungan).

Aby Hadim Al-Mujtaba 

ARTI MIMPI






 PONDOK HIKMAH BANTEN.Tanya: Assalamualaikum, sebelumnya maaf , saya ingin menanyakan apa arti dari mimpi dipukuli ibu kandung, mohon dibantu jawabannya, soalnya masih kepikiran entah firasat atau hanya mimpi biasa, terimakasih atas jawabannya. (ZH)


Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Alhamdulillah rabbil 'aalamiin , washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin.
Mimpi ada 3 macam:
Pertama : mimpi yang berasal dari Allah, ini adalah mimpi yang baik dan menyenangkan hati.
Kedua : mimpi yang berasal dari syetan, ini adalah mimpi buruk dan membuat seseorang bersedih atau takut.
Ketiga : mimpi yang berasal dari diri sendiri, yaitu kejadian yang terjadi ketika dia bangun kemudian terbawa dalam mimpi.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda

:
إن الرؤيا ثلاث: منها أهاويلُ من الشيطان لِيحزُن بها ابنَ آدم، ومنها ما يهُمُّ به الرجلُ في يَقَظَتِه، فيراه في مَنَامه، ومنها جزء من ستةٍ وأربعين جزءاً من النبوة

Artinya: "Sesungguhnya mimpi ada tiga macam: mimpi yang menakutkan yang berasal dari syetan untuk menakut-nakuti anak Adam, mimpi yang berasal dari sesuatu yang dipikirkan ketika dia bangun kemudian terbawa-bawa dalam tidurnya, dan mimpi yang merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian" (HR.Ibnu Majah dari 'Auf bin Malik radhiyallahu 'anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).
Dan mimpi yang ada ta'birnya atau tafsirnya diantara ketiga macam tersebut adalah yang berasal dari Allah.
Berkata Al-Baghawy (wafat 516 H) rahimahullah:

ليس كلُّ ما يراه الإنسانُ في منامه يكون صحيحًا، ويجوز تعبيرُه، إنما الصحيح منها ما 
كان من الله عزَّ وجلَّ

"Tidak semua yang dilihat oleh seseorang ketika tidurnya adalah shahih (benar) dan boleh dita'birkan (diartikan), sesungguhnya yang shahih (benar) adalah mimpi yang berasal dari Allah 'azza wa jalla" (Syarhussunnah 12/211)
Apabila yang dilihat dalam mimpi adalah sesuatu yang dibenci –seperti mimpi di atas- maka hendaknya berlindung kepada Allah dari was-was syetan dan jangan menceritakannya kepada orang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:

إذا رأى أحدُكم رؤيا يُحِبُّها فإنَّما هي من الله فليحمَدِ اللهَ عليها، وليحدِّث بها. وإذا رأى غيرَ ذلك ممَّا يكرَه فإنَّما هي من الشيطان، فليستعِذْ من شرِّها، ولا يذكُرْها لأحدٍ، فإنَّها لا تضُرُّه

Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang dia senangi maka itu berasal dari Allah, dan hendaknya dia ceritakan (kepada orang lain), dan apabila melihat yang lain dari hal-hal yang dia tidak sukai maka itu adalah mimpi dari syetan; maka hendaklah dia berlindung (kepada Allah) dari kejelekannya (mimpi tersebut), dan tidak menceritakannya kepada orang lain, maka sesungguhnya mimpi buruk tersebut tidak akan memudharatinya" (HR. Al-Bukhari, dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu).
Wallahu a'lam.


Abdullah Roy  
Thursday, 29 April 2021









PONDOK HIKMAH BANTENmag sendiri adalah gangguan pada lambung dimana terjadi peningkatan asam lambung, hingga ditandai dengan keluhan nyeri pada ulu hati, sesak napas, mudah mual dan muntah atau kembung. 

Salah satu penyebab maag adalah terlambat makan yang kemudian dapat menyebabkan luka pada lambung. Tentunya, berpuasa selama bulan Ramadan bisa terasa berat bagi penderita maag yang dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan. Tapi, bukan berarti kamu tidak bisa melaksanakan ibadah wajib berpuasa di Bulan Ramadan.

Tips Pondokhikmahbanten.com bagi penderita maag berkaitan dengan kebiasaan makan yang harus diterapkan. penderita mag yang melakukan puasa dengan cara yang tepat bahkan berpotensi untuk mendapatkan kesembuhan.

Hal ini karena puasa yang baik dan benar akan membuat penderita memiliki jadwal makan yang lebih teratur, yakni pada saat sahur dan berbuka. Dengan demikian, lambung akan terbiasa dengan pola makan tersebut. Periksakan kesehatanmu terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Berikut : Penjelasa  penjelasan dan rangkum dari berbagai sumber, tentang tips puasa sehat baca juga  di: pondokhikmahbanten.com bagi penderita maag

Syarat harus diperhatikan ialah 

1- Jangan Lewatkan Makan Sahur dan Jangan Menunda Buka bila sudah waktu nya tiba




2- Jangan Lewatkan Makan Sahur

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu tips puasa bagi penderita maag adalah dengan selalu makan sahur. Wajib hukumnya bagi kamu yang memiliki penyakit maag untuk makan sahur sebelum berpuasa, karena saat berpuasa lambung akan mengalami kekosongan selama hampir 14 jam.

Makan sahur akan mencegah peningkatan asam lambung berlebih. Selain itu, sahur juga merupakan sumber energi bagi kamu untuk beraktivitas seharian.

3- Jangan Menunda Buka Puasa

Penderita maag disarankan untuk segera berbuka ketika waktunya tiba. Tips puasa   

pondokhikmahbante.com. bagi penderita maag satu ini tentu sangat penting untuk menghindari penyakit kamu kambuh.

Awali dengan minum air hangat dan hindari mengonsumsi teh pekat, kopi, dan air dingin. Karena deretan minuman tersebut dapat merangsang lambung.

4- Makan Secukupnya

Tips puasa bagi penderita maag berikutnya adalah makan secukupnya saat sahur dan berbuka. Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Karena itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya.

Kondisi lambung saat berpuasa dipenuhi oleh gas dan asam lambung. Jika kamu makan terlalu banyak, udara asam lambung akan menekan ke sisi-sisi lambung, sehingga menyebabkan lambung teregang. Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut, begah, dan mual saat berbuka puasa. Jadi, makanlah secukupnya agar lambung dapat berkontraksi dengan normal.

Saat berbuka, awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dulu, kemudian baru melanjutkan dengan makan besar. Jika masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti pisang, granola, atau biskuit.

5- Makan dengan Perlahan

Tips puasa pondokhikmahbanten.com. bagi penderita maag selanjutnya adalah jangan sampai makan dengan terburu-buru saat sahur maupun berbuka. Kebiasaan terburu-buru dan sambil berbicara dapat membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag.

Maka dari itu, usahakan untuk bangun lebih pagi, agar bisa makan sahur dengan tenang dan perlahan. Makan saat berbuka pun harus diperhatikan. Jangan sampai kalap dan malah menghabiskan makanan dengan cepat.


6- Pilih Menu Makan yang Tepat dan Hindari Makanan Pemicu Maag

Hindari menu sahur dengan makanan yang merangsang lambung seperti makanan pedas atau yang terlalu asam, makanan yang digoreng, serta yang menghasilkan gas seperti kol dan sajian bersantan.

Untuk berbuka, kamu disarankan memilih makanan yang ringan dan manis seperti kurma. Begitu juga dengan minuman, jauhkan diri dari minuman bersoda atau yang mengandung kafein. Tips puasa bagi penderita maag satu ini sangat penting untuk diterapkan.

Pilih Menu Makan yang Tepat

Memilih menu makanan yang tepat merupakan salah satu tips puasa bagi penderita maag yang aman. Pilihlah makanan seperti nasi dan oatmeal yang mengandung jenis karbohidrat untuk mengurangi risiko munculnya keluhan maag. Hal ini berkaitan dengan kemampuan keduanya menyerap asam lambung berlebih.

Selain itu, konsumsi buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir; serta daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan. Disarankan juga untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Sebaiknya jangan mengolah makanan dengan cara menggoreng, agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.





Jangan Langsung Tidur Setelah Makan dan Kelola Stres

Jangan Langsung Tidur Setelah Makan

Tidur setelah makan saat sahur mungkin menjadi hal yang sangat sulit dihindari. Namun, kamu tidak boleh langsung tidur setelah makan, karena dapat menjadi salah satu pemicu sakit maag.

Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, kamu bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut.

Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

Mengelola Stres

Mengelola stres dan mengendalikan emosi dengan cara yang baik merupakan salah satu tips puasa bagi penderita maag yang tidak bisa dilewatkan. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Caranya, beristirahatlah sejenak jika kamu lelah, dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pernapasan, atau yoga ketika kamu merasa stres. Dengan melakukan tips puasa bagi penderita maag ini, maka kamu dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar.

Untuk ilmu dan keilmuan Lainnya baca 

TAUKAH ANDA PUASA ITU.?

 

Ternyata Puasa bisa Menyembuhkan  berbagai penyakit Terutram Penyakit Maag





Puasa Ramadan ialah puasa yang sangat dianjurkan bahkan wajib hukumnya bagi umat muslim yang sehat. 

Ada beberapa penyakit yang dapat menjadi sebab diperbolehkannya seorang muslim untuk tidak berpuasa, namun bukan sembarang penyakit saja. Hanya penyakit kronis saja yang bisa menjadi penghalang untuk berpuasa, seperti kanker, tumor bahkan maag akut. 

Namun, menurut beberapa sumber, penyakit maag dapat disembuhkan dengan berpuasa. 

Dari berbagai manfaat puasa, salah satu manfaatnya untuk kesehatan adalah bisa membantu menyembuhkan penyakit maag (lambung). Hal ini seperti yang dikutip dari buku The Miracle of Fast yang menjelaskan bahwa sejumlah dokter telah menegaskan bahwa puasa punya kemampuan efektif untuk mengobati ragam penyakit dan meringankan perasaan nyeri. 

Misalnya saja, penyakit radang usus besar dan radang kandungan empedu. Manfaat tersebut bisa didapat karena puasa dapat membuat seluruh organ tubuh beristirahat setelah mengerahkan energi berlebihan setiap hari.

Selama ibadah puasa yang kita lakukan sesuai dengan pola hidup sehat dengan tetap memenuhi syarat sah puasa, tubuh bisa mendapat banyak manfaat sehatnya. Lalu bagaimana kaitan antara aktivitas puasa yang bisa bantu mengatasi penyakit maag? 

1. Puasa dapat menstabilkan usus besar karena ketenangan batin yang dialami oleh orang yang berpuasa Dengan puasa, hilanglah gejala-gejala penyakit usus besar, seperti sakit perut, masuk angin, kembung, gangguan pada usus, diare, dan sembelit. Selama puasa kita lakukan dengan niat kuat untuk ibadah, tubuh bisa menyesuaikan dirinya untuk bertahan menstabilkan diri dengan baik. 

2. Puasa bisa bekerja menyeimbangkan persentase asam di dalam lambungSaat puasa, tubuh akan berusaha menyeimbangkan persentase asam di lambung. Kita tahu sendiri kan kalau asam ini dianggap sebagai penyebab utama munculnya penyakit maag. Dengan puasa, tubuh bisa mengatur distribusi asam yang mengganggu sistem pencernaan di lambung. 

Puasa memang bisa jadi obat untuk berbagai penyakit. Manfaatnya untuk kesehatan bisa begitu positif. Tapi juga perlu diingat bahwa anda juga perlu memahami dengan baik kondisi tubuh dan kesehatan anda saati ini. Pada kasus-kasus tertentu, seseorang bisa saja tidak dimungkinkan dapat berpuasa karena gangguan atau masalah kesehatan yang kronis.

Selamat berpuasa. Semoga puasa tahun ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya.

Sumber:  pondokhikmahbanten.com


Penulis =: Aby hadimAl-Mujtaba.

BERPUASA SUNAH SENIN& KAMIS


Puasa Sunah Akan memberi kekuatan dalam menjalankan Puasa Wajib




 SELAIN menunaikan puasa wajib ketika bulan Ramadan, puasa Senin-Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menambah dan memupuk pahala serta keimanan yang nantinya akan jadi tabungan atau bekal di akhirat.

Puasa Senin-Kamis cukup mudah dilakukan karena tidak harus berpuasa selama satu bulan penuh, seperti saat bulan Ramadan. Namun jika belum memiliki niat yang kuat mungkin saja sebagian Muslim masih berat menjalankan.

Tapi hal itu tidak bagi Randi (bukan nama sebenarnya), setiap Senin-Kamis ia tidak pernah melewatkan puasa sunah. Bukan karena banyak hutang puasa saat Ramadan, namun dirinya merasakan manfaat yang sangat luar biasa ketika menjalan puasa Senin Kamis dengan istiqamah.

"Alhamdulillah, sejauh ini belum pernah melewatkan puasa sunah (red. Senin-Kamis). Sebenarnya saya enggak terlalu mau ceritain ini takut riya karena ibadah itu kan bukan untuk dipamerkan," katanya kepada Okezone belum lama ini.

Namun di sisi lain bukan berarti pria kelahiran Kota Bandung ini menutup dirinya. Ia tetap menceritakannya dalam kemasan lain, yakni sebagai bentuk motivasi kepada seluruh Muslim supaya senantiasa tidak hanya melaksanakan ibadah wajib saja, tapi diimbangi oleh amalan sunah lainnya.

Randi menuturkan, mulanya ia menderita sakit maag yang cukup parah bahkan hampir kronis. Segala daya upaya telah dilakukan untuk mengobati sakit yang dideritanya itu. Setiap bulannya Randi pergi ke dokter dan obat-obatan tidak pernah lepas darinya.

"Waktu itu saya punya penyakit maag, hampir kronis. Saya menderita sakit itu selama tiga tahun, coba bayangkan ketika saya telat makan sedikit atau salah makan lambung saya langsung meronta-ronta. Serba salah," tutur pria berprofesi sebagai motivator ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an 


baca juga di: pondokhikmahbanten.com 




Tuesday, 27 April 2021

PUASA JANGA TAKUT KAMBUH.


Maag Bisa Sembuh Dengan Berpuasa



Umumnya penderita maag ragu untuk berpuasa karena takut penyakitnya kambuh. Tapi ternyata puasa justru bisa menyembuhkan sakit maag seseorang.

Pada saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, yang berarti selama waktu tersebut sistem pencernaan tubuh tidak akan menerima makanan dan minuman.
Sebuah penelitian di Paris yang melibatkan 13 sukarelawan melaksanakan puasa selama bulan Ramadan, ternyata terjadi peningkatan asam lambung pada minggu pertama puasa dan kembali normal setelah minggu kedua puasa. Dan puasa sendiri akan menurunkan kadar hormon gastrin dan menurunkan asam lambung.

 "Sakit maag atau dispepsia adalah kumpulan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati (epigastrium)," ujar Dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam acara Simposium Mini "Tetap Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan" di Aula FK-UI RSCM, Jakarta, Rabu (19/8/2009).


Dr. Ari menambahkan dispepsia dibagi menjadi dua tipe yaitu dispepsia fungsional jika endoskopinya normal dan dispepsia organik jika endoskopinya tidak normal seperti ada peradangan, sariawan (tukak) pada lambung atau usus dua belas jari, lalu adanya tumor atau polip.

Biasanya ditandai dengan gejala rasa sakit atau perih di daerah ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sering bersendawa, nafsu makan menurun, nyeri atau panas dada dan mulut terasa pahit.

Dengan berpuasa sakit maag seseorang bisa sembuh, karena selama berpuasa seseorang akan:
  1. Makan dengan teratur setiap harinya saat sahur dan berbuka.
  2. Mengurangi mengkonsumsi camilan yang berlemak.
  3. Mengurangi rokok.
  4. Mengurangi minum kopi dan minuman bersoda.
  5. Lebih bisa mengendalikan diri.
  6. Pola hidupnya lebih teratur.

"Selain itu, sebaiknya berbuka puasa dengan yang manis dan makanan yang ringan lalu shalat terlebih dahulu baru makan besar. Dengan puasa sebaik-baiknya maka maag pun bisa disembuhkan asalkan tetap menghindari makanan-makanan yang dapat memicu," ujar Dr. Ari yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB PAPDI ini.

Hindari makanan berlemak, makanan yang mengandung gas (sawi, kol), makanan berserat tertentu, makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung (kopi, alkohol, susu full krim), makanan yang sulit dicerna (keju), makanan yang dapat merusak dinding lambung (cuka, pedas).

Dengan pengaturan makan yang baik maka bisa memperbaiki sakit maag selama berpuasa. Umumnya sakit maag yang fungsional dapat menjalankan ibadah puasa sedangkan untuk sakit maag organik sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Rekomendasi Obat



PONDOK HIKMAH BANTEN

pondokhikmahbanten.com

Monday, 19 April 2021

TERNYA PUASA ITU SEHAT

 



Tips Puasa, Bagi Penderita Sakit Maag dan Gerd 

Penyakit maag tak menjadi penghalang untuk menjalankan ibadah puasa. 

Namun, dibutuhkan strategi agar sakit maag dan GERD tidak semakin parah.

Aby hadim bersama Dokter  JAKARTA - 

Penderita asam lambung seperti maag dan GERD (asam lambung yang naik ke kerongkongan)                                                                                                                    akan merasa cemas jika penyakitnya akan semakin parah atau kambuhan selama menjalankan ibadah puasa. 

Apalagi penderita penyakit asam lambung, memang dianjurkan untuk tidak telat makan. Namun, itu bukan alasan untuk tidak berpuasa. 

Yayasan Gastroenterologi Indonesia mengungkapkan penelitian menunjukkan bahwa berpuasa memiliki dampak positif bagi kesehatan. Sebab, saat berpuasa, gaya hidup dan pola makan kita menjadi lebih teratur. 

Baca Juga : Tips Sahur dan Buka Puasa Untuk Membangun Imunitas Keuntungan yang didapatkan saat kita berpuasa diantaranya menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh, serta meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang baik untuk penderita diabetes mellitus (kencing manis). 

Bahkan, puasa ternyata dapat meringankan penyakit asam lambung. Hal tersebut didukung oleh suatu penelitian di Indonesia yang menunjukkan orang yang memiliki GERD dan menjalani puasa mengaku keluhannya lebih ringan dibanding mereka yang tidak berpuasa. 

Gejala penyakit GERD dapat dicetuskan dan diperburuk oleh beberapa faktor seperti obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, asupan makanan dan minuman yang tidak sehat. Faktor-faktor ini dapat berubah ketika seseorang berpuasa selama bulan Ramadan.

 Contohnya, saat bulan Ramadan orang yang biasa merokok akan mengurangi rokoknya selama berpuasa. 

Baca Juga : Inilah Makanan dan Minuman yang Tak Boleh Dikonsumsi Saat Buka Puasa Apa yang harus dilakukan penderita maag dan GERD agar dapat berpuasa nyaman dan lancar selama bulan Ramadan? 

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan: 

1. Hindari telat sahur Sahur sangat diperlukan bagi tubuh sebagai bekal nutrisi dan tenaga agar kita dapat beraktivitas lancar selama kurang lebih 14 jam berpuasa. 

Usahakan bangun tepat waktu selama sahur agar Anda tidak terburu-buru untuk menghabiskan makanan.                                                                                                    Perlu diperhatikan pula untuk tidak makan terlalu banyak karena dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan dapat memicu timbulnya keluhan pada lambung. 

2. Jangan tunda saat buka puasa Segeralah berbuka saat azan magrib berkumandang.

 Upayakan untuk berbuka puasa dengan porsi makanan yang sewajarnya, secara bertahap, dan tidak dalam jumlah besar dalam satu waktu.                                                                                        Misalnya, membaginya menjadi 3 tahap yaitu makanan ringan saat berbuka puasa seperti kurma, makan malam setelah solat magrib yang komposisi dan porsinya seperti saat sahur, dan camilan malam hari setelah solat terawih seperti buah-buahan dan biskuit. Makan secara bertahap dan mengunyah makanan dengan baik akan membuat kerja lambung tidak terlalu berat karena lambung membutuhkan ruang untuk mencerna makanan. 

3. Pilih menu makanan yang bergizi dan tepat Asupan total kalori saat bulan puasa tetap sama dengan bulan lainnya. Hanya saja, saat bulan puasa frekuensi makannya menjadi 2 kali. 

Pilihlah makanan sahur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan oatmeal sebab makanan tersebut dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.                                                                                                                                        Jangan lupa untuk tetap tingkatkan asupan protein, sayur, dan buah-buahan. Hindari mengonsumsi daging yang berlebihan saat sahur, pilihlah daging yang rendah lemak dan batasi makan jeroan. 

Selama sahur dan buka puasa, batasi konsumsi makanan yang memicu naiknya asam lambung seperti makanan tinggi lemak (gorengan), tinggi gula, asam, dan pedas. Untuk pengolahan makanan, utamakan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi. 

4. Hindari langsung tidur setelah makan Berilah jeda waktu setelah Anda makan dan tidur. Lambung memerlukan waktu sekitar 2 – 4 jam untuk mencerna makanan yang masuk.    Baik dalam kondisi berpuasa maupun tidak, risiko terjadinya GERD meningkat pada seseorang yang langsung tidur setelah makan. Saat lambung penuh, posisi tidur akan menyebabkan katup antara lambung dan kerongkongan tertekan dan isi lambung akan naik ke kerongkongan. 

Jika Anda merasa sangat mengantuk, posisikan diri Anda setengah duduk dimana posisi kepala dan bahu lebih tinggi dari perut. 

5. Hindari stres dan kendalikan emosi Selain menahan lapar dan haus, emosi juga harus dikendalikan selama menjalankan ibadah puasa. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko muncul dan kambuhnya penyakit maag dan GERD. 

Penelitian menunjukkan ketika Anda stress dan sedang emosi, Anda menjadi lebih sensitif terhadap nyeri yang diakibatkan oleh meningkatnya asam lambung.                                         Anda dapat melakukan beberapa teknik relaksasi untuk mengendalikan stress dan emosi serta tidur yang cukup 6 – 8 jam per hari agar tubuh Anda dapat beristirahat maksimal. 

Demikan 5 (Lima) Cara untuk lancarnya Ibadah Puasa Bagi Pendereita penyakit maag dan GERD. Semoga bermanfaat. Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan.


Artikel ini telah tayang Di Fb Aby hadim judul "Tips Puasa, Bagi Penderita Sakit Maag dan Gerd", Klik selengkapnya di www.pondokhikmahbanten.com

PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN