Saturday, 17 April 2021

PUASA AMAN BAGI PENDERITA PENYAKIT MAGG









Puasa Aman bagi Penderita Mag


PONDOK HIKMAH BANTEN Para penderita mag harus selalu mematuhi jadwal makan secara teratur. Lalu, bagaimana penderita mag bisa tetap menjalankan puasa dengan aman?
 
Puasa Aman bagi Penderita Mag
Bagi penderita mag, makan tepat waktu dan teratur wajib diterapkan. Namun, di bulan puasa, kebiasaan tersebut tentu sulit dilakukan sehingga berisiko nyeri mag kambuh. Lantas, adakah tips berpuasa aman bagi penderita mag?
Sakit mag, atau disebut gastritis, adalah peradangan pada mukosa (dinding bagian dalam) lambung. Gejala sakit mag beragam, yaitu nyeri pada ulu hati atau perut bagian kiri atas, kram perut, mual, muntah, kembung, dan begah. Anda juga dapat sering buang angin, tidak nafsu makan, dada terasa terbakar, dan mulut terasa pahit.
Biasanya, penyebab sakit mag adalah kebiasaan telat makan, sehingga saat asam lambung sudah terproduksi, namun tidak ada makanan pada lambung Konsumsi makanan pedas dan asam, makan obat pereda nyeri atau kortikosteroid dalam jangka lama, stres, merokok, dan infeksi bakteri juga bisa memicu nyeri lambung.
Artikel Lainnya: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Mag Saat Sahur
1 dari 2 halaman

 
Karena itu, penderita mag perlu mengetahui cara yang tepat agar puasa yang dijalani tetap aman dan tidak mengganggu kondisi kesehatannya. Berikut adalah beberapa tips puasa bagi penderita mag:

1. Jangan Makan Terlalu Banyak Saat Sahur
Ilustrasi Jangan Makan Terlalu Banyak Saat Sahur
Sahur bagi penderita gastritis adalah kewajiban. Selain untuk menyiapkan energi selama berpuasa, makan sahur juga dapat mencegah kosongnya lambung. Namun, ini bukan berarti Anda harus makan sebanyak-banyaknya saat sahur, apalagi makanan yang tinggi lemak.
Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tinggi lemak justru bikin perut kembung dan begah, bahkan diare pada sebagian orang. Hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan atau refluks.
Ada baiknya, Anda tidak langsung tidur setelah santap sahur. Hal tersebut dapat meningkatkan sekresi asam lambung, yang justru membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat dan menimbulkan rasa lapar saat bangun tidur.
Lebih baik, pilih makanan yang mengandung banyak serat agar Anda tidak cepat lapar.
Artikel Lainnya: Cegah Asam Lambung Naik Saat Puasa, Lakukan Ini

2. Hindari Makanan Berporsi Besar Saat Buka Puasa
Jangan langsung menyantap makanan berporsi besar saat buka puasa. Lebih baik, minum air hangat atau teh manis hangat terlebih dulu. Cara ini dapat membantu kadar gula dalam tubuh untuk segera normal.
Setelah itu, Anda dapat mulai mengonsumsi makanan pembuka seperti buah kurma atau kolak pisang secukupnya. Pastikan untuk selesai makan makanan apapun sekitar 3-4 jam sebelum tidur untuk menghindari lambung yang tidak nyaman dan gejala refluks.

3. Hindari Beberapa Jenis Makanan
Hindari Tomat
Beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari karena dapat membuat mag kambuh saat puasa. Makanan yang asam seperti tomat dapat memperparah keasaman lambung.
Makanan bergas seperti kol, sawi dan brokoli juga memperparah gejala sakit mag. Makanan yang pedas, dan berlemak juga dapat menambah keluhan nyeri asam lambung.
Artikel Lainnya: Mengapa Asam Lambung Naik Saat Puasa?

4. Hindari Beberapa Jenis Minuman
Bukan hanya makanan, minuman juga dapat menyebabkan gejala mag. Minuman yang asam seperti jeruk dan lemon sebaiknya juga dihindari.
Minuman yang bergas seperti soda juga sebaiknya dihindari agar mencegah kambuhnya gastritis saat puasa. Minum kopi dan teh dalam jumlah berlebih sebaiknya juga dihindari karena kandungan kafein.
5. Konsumsi Makanan Jenis Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks adalah jenis makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama. Sebab, gula darah akan naik perlahan dan bertahan lebih lama. Anda pun tidak mudah merasa lapar ketika berpuasa.
6. Beri jeda waktu sebelum tidur
Penderita mag dapat mengalami kenaikan asam lambung jika setelah makan langsung tidur. Sebaiknya, badan Anda tetap berada dalam posisi tegak setelah makan.
Anda juga dapat memberi jeda waktu sekitar satu jam setelah makan untuk tidur pada malam hari. Hal ini juga termasuk mengonsumsi kudapan atau makanan camilan.
Artikel Lainnya: Badan Lemas Saat Puasa, Mungkin Anda Mengalami 8 Kondisi Ini
7. Hindari Merokok
Ilustrasi Hindari Merokok
Tips berpuasa aman bagi penderita mag lainnya adalah dengan menghindari rokok. Ya, mengisap tembakau berhubungan kekambuhan dengan mag dan masalah tukak lambung.

8. Konsumsi Obat Mag
Ada kalanya, sakit nyeri lambung sudah sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi lagi dengan menjaga pola makan. Untuk itu, cara mengatasi mag saat puasa adalah dengan konsumsi obat mag.
Ada beberapa pilihan obat mag, yaitu antasida yang dijual secara bebas, dan obat yang hanya dapat dibeli melalui resep dokter. Apapun obat yang Anda konsumsi, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

9. Jangan Stres
Jangan Stres
Sering tidak disadari, stres adalah salah satu pemicu sakit mag. Ketika stres tidak diadaptasi dengan baik oleh otak, hipotalamus akan mengaktifkan sistem hormonal otak yang melibatkan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA-Axis), yang produk akhirnya adalah hormon stres (kortisol).
Artikel Lainnya: 5 Kebiasaan Sehat yang Tidak Boleh Ditinggalkan Saat Puasa
Hormon ini mempunyai fungsi membalikkan keadaan normal fisiologis dari tubuh. Hormon kortisol akan membuat peningkatan gula darah, peningkatan denyut jantung, menurunkan produksi antibodi, serta meningkatkan asam lemak dalam darah.
Selain itu, hormon ini juga memperlambat kerja lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. Semua hal tersebut dapat memicu munculnya sakit mag.

10. Jaga Kebersihan Lingkungan
Penyebaran bakteri H. pylori yang menyebabkan infeksi lambung memang tidak diketahui secara pasti. Namun, penyebarannya diduga kuat terjadi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Jadi, sebagai langkah pencegahan, lindungi diri dari infeksi saluran cerna yang menyebabkan mag kronis dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta hanya mengonsumsi makanan yang telah matang.
Baca Juga
Tips Diet untuk Penderita Mag
Sakit Mag dan Tukak Lambung, Apa Bedanya?
Benarkah Pria Rentan Terserang Mag?
Punya sakit mag saat puasa? Tidak perlu khawatir! Lakukan 10 tips berpuasa aman bagi penderita mag di atas. Jika masih merasakan nyeri, sebaiknya jangan memaksakan diri dan segera batalkan puasa. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Mau tahu tips sehat dan aman berpuasa lainnya? Yuk, Baca Tips' Kesehatan lainnya di:



Tuesday, 13 April 2021

Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag agar Tetap Nyaman

 Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag agar Tetap Nyaman




Puasa adalah salahsatu kewajiban rukun islam yang ke 4 (empat )                       

bagi orang yang  sehat jasmani dan rohani,                                                                                                  Apakah anda punya penyakit maag bila berpuasa sering terganggu ? 

Jangan khawatir!                                                                                                        Lakukan tips puasa bagi penderita anda yang punya penyakit akit maag berikut ini agar Anda bisa berpuasa dengan nyaman.

Sakit maag atau dispepsia adalah istilah untuk sejumlah gejala tidak nyaman pada perut bagian atas, seperti lambung perih, perut begah, kembung, dan sensasi terbakar di ulu hati. Beragam faktor bisa memicu kambuhnya sakit maag, termasuk pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi kakanan yang mengandung pedas dan bersantan,

 

Lakukan Tips ini bagi Penderita Sakit Maag Ini

Berpuasa selama bulan Ramadan memang bisa terasa berat bagi penderita sakit maag yang kerap dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan. Tapi, bukan berarti penderita sakit maag tidak boleh berpuasa.

Bila Anda memiliki sakit maag, lakukanlah beberapa tips berikut ini saat berpuasa, agar ibadah puasa Anda lancar:

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka

Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan berupa perut begah dan terasa penuh. Maka dari itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya. Hindari makan dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

Saat berbuka, awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dulu, kemudian baru melanjutkan dengan makan besar. Jika Anda masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti pisang, granola, atau biskuit.

2. Jangan makan terburu-buru

Selama menjalani ibadah puasa, kadang mungkin Anda terlambat bangun saat sahur. Namun ingat, jangan terburu-buru menghabiskan makanan. Selain itu, hindari makan sembari mengobrol.

Kebiasaan makan terlalu cepat, apalagi sambil mengobrol, bisa membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag. Maka dari itu, usahakan untuk  bangun lebih pagi, agar bisa bersantap sahur dengan tenang dan perlahan.

3. Hindari makanan pemicu sakit maag

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka. Contohnya adalah makanan yang terlalu berlemak, makanan siap saji, seperti sosis dan pizza, acar, dan makanan yang terlalu asam.

Demikian juga dengan minuman, pilihlah minuman yang tidak mengandung kafein dan soda, untuk menghindari munculnya keluhan sakit maag.

4. Pilih menu makan yang tepat

Saat berbuka dan sahur, pilihlah sajian yang cocok dikonsumsi penderita sakit maag, seperti nasi dan oatmeal. Jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag, karena dapat menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, perbanyak minum air mineral untuk membantu kerja sistem pencernaan dalam mengolah makanan.

Konsumsilah buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir; serta daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan. Selain itu, disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Sebaiknya jangan mengolah makanan dengan cara menggoreng, agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.

5. Hindari tidur setelah makan

Setelah sahur, Anda mungkin masih mengantuk dan ingin kembali tidur. Namun, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Hal ini karena langsung tidur setelah makan juga bisa memicu sakit maag.

Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, Anda bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

6. Kendalikan emosi

Saat berpuasa, sebisa mungkin kendalikanlah emosi dan kelola stres yang Anda alami dengan cara yang positif. Hal ini karena tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar, namun juga hawa nafsu, seperti emosi marah dan sedih. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Caranya,                                                                                                                     beristirahatlah sejenak jika Anda lelah, dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pernapasan, atau yoga ketika Anda merasa stres.

Bila keluhan masih juga muncul meski Anda telah menerapkan tips puasa bagi penderita sakit maag seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian beberapa tips Puasa bagi pederita Magg Semoga bermanfaat. Amiin.                               Ditinjau oleh: Para Dokter Indonesia bersama: ( Aby hadim Almujtaba)


PODOK HIKMAH AL-BAROKAH








Monday, 12 April 2021

TIPS PUASA AGAR TIDAK LELAHJ

 Sering Merasa Lelah saat Puasa?                                                

Ini Tips Mengatasi Lelah saat Puasa

 

Minum air putih yang banyak adalah salah satu cara menjaga agar tubuh tidak mudah kehabisan energi

 - Saat sedang berpuasa, kita cenderung merasa kelelahan dan lemas di siang hari, teman-teman.

Ini disebabkan karena pola tidur kita yang berubah dan tubuh yang tidak mendapatkan asupan nutrisi di siang hari.

Tapi Bobo punya tips puasa untukmu! Yaitu tips mengatasi lelah saat puasa.

Tips mengatasi lelah saat puasa ini terdiri dari tips pola tidur, asupan nutrisi, sampai aktivitas harian kita.

Supaya kamu tidak mudah lelah, yuk ikuti tips mengatasi lelah saat puasa ini.

Tips Puasa: Mengatasi Lelah

1. Mengatur Pola Tidur

Di bulan Ramadan, kita harus bangun lebih pagi dari biasanya untuk makan sahur.

Nah, ini membuat jam tidur malam kita berkurang, teman-teman.

Supaya tidak kurang tidur, kita bisa memajukan waktu tidur, tidur tepat waktu, dan tidak begadang.

Setelah selesai salat tarawih, segera persiapkan kebutuhan sekolah untuk besok dan bersiap tidur, teman-teman.

Tidur lebih cepat juga membantu kita supaya tidak kesiangan saat bangun untuk sahur.

Kita juga bisa memanfaatkan waktu senggang untuk tidur siang saat pulang sekolah atau setelah subuh sebelum berangkat ke sekolah.

Baca Juga : Supaya Tidak Mengantuk Saat Puasa, Ini Cara Menjaga Pola Tidurmu

2. Memperbanyak Minum Air Putih

Sejak berbuka puasa, sebelum tidur, sampai saat sahur, usahakan minum air putih yang banyak, ya.

Di siang hari, kita tidak bisa mengisi ulang cairan tubuh. Sehingga lebih baik mempersiapkan diri dengan minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas air di antara waktu makan malam sampai menjelang tidur, dan 2 gelas air saat sahur.

Kemudian, sebaiknya  teman-teman tidak minum kopi dan minuman bersoda di waktu-waktu tersebut, ya.

Lebih baik lagi kalau teman-teman mendapatkan cairan tambahan dari buah.

Baca Juga : Selain Kurma, 3 Buah Ini Juga Lezat dan Baik untuk Buka Puasa, lo!

3. Menjaga Asupan Makanan

Saat berpuasa, kita hanya punya waktu setidaknya dua kali untuk mengisi kembali energi tubuh kita dengan makanan.

Nah, saat sahur dan berbuka puasa, jangan rakus dan ingin makan semuanya, ya.

Lebih baik teman-teman makan dengan porsi seperti biasanya. Kamu bisa memperbanyak protein dan karbohidrat kompleks.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks diolah dengan lambat dalam sistem pencernaan. Sehingga energi yang keluar dari tubuh juga perlahan.

Selain itu, makanlah makanan yang mengandung serat seperti sayuran hijau dan buah.

Makanan ini membuat energi bertahan lebih lama di tubuh dan kita tidak cepat lelah, deh.

Baca Juga : 4 Minuman Buka Puasa untuk Anak untuk Menjaga Kesehatan Selama Puasa

4. Berkegiatan

Meski sedang berpuasa, ingat untuk berkegiatan seperti biasanya.

Melakukan kegiatan seperti biasa saat puasa bisa membuat waktu menunggu berbuka puasa jadi tidak terasa, teman-teman.

Berkegiatan ringan juga bisa mengalihkan kita dari rasa lapar dan lemas karena sedang puasa. Misalnya membaca buku, bermain di dalam ruangan, atau olahraga ringan seperti yoga.

Yang penting, teman-teman bergerak namun tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat di siang hari. Karena kegiatan berat di siang hari bisa membuat kita kelelahan.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu perhatikan untuk menghindari lelah saat puasa.

Temukan tips seputar puasa lainnya pada artikel terkait di bawah, yuk!

Baca Juga : Puasa itu obat dari macam-macam penyakit,

 Bersam Aby hadim Al-Mujtaba, 


 


TIPS PUASA YANG PANG PUNYA PENYAKIT MAGG

 Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag agar Tetap Nyaman



PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN-Puasa adalah salahsatu kewajiban rukun islam yang ke 4 (empat ) dalam rukun islam,                              Sebagian dari Syarat sahnya Puasa  ialah sehat jasmani dan rohani  

Adapun bagin anda yang punya berpenyaki jasmani seperti penyakit maag, 

apabila anda berpuasa sering terganggu ? 

Jangan khawatir!  Lakukan tips berpuasa bagi penderita sakit maag berikut ini agar Anda bisa berpuasa dengan nyaman.

Sakit maag atau dispepsia adalah istilah untuk sejumlah gejala tidak nyaman pada perut bagian atas, seperti lambung perih, perut begah, kembung, dan sensasi terbakar di ulu hati. Beragam faktor bisa memicu kambuhnya sakit maag, termasuk pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi kakanan yang mengandung pedas dan bersantan,

 

Lakukan Tips ini bagi Penderita Sakit Maag Ini

Berpuasa selama bulan Ramadan memang bisa terasa berat bagi penderita sakit maag yang kerap dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan. Tapi, bukan berarti penderita sakit maag tidak boleh berpuasa.

Bila Anda memiliki sakit maag, lakukanlah beberapa tips berikut ini saat berpuasa, agar ibadah puasa Anda lancar:

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka

Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan berupa perut begah dan terasa penuh. Maka dari itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya. Hindari makan dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

Saat berbuka, awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dulu, kemudian baru melanjutkan dengan makan besar. Jika Anda masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti pisang, granola, atau biskuit.

2. Jangan makan terburu-buru

Selama menjalani ibadah puasa, kadang mungkin Anda terlambat bangun saat sahur. Namun ingat, jangan terburu-buru menghabiskan makanan. Selain itu, hindari makan sembari mengobrol.

Kebiasaan makan terlalu cepat, apalagi sambil mengobrol, bisa membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag. Maka dari itu, usahakan untuk  bangun lebih pagi, agar bisa bersantap sahur dengan tenang dan perlahan.

3. Hindari makanan pemicu sakit maag

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka. Contohnya adalah makanan yang terlalu berlemak, makanan siap saji, seperti sosis dan pizza, acar, dan makanan yang terlalu asam.

Demikian juga dengan minuman, pilihlah minuman yang tidak mengandung kafein dan soda, untuk menghindari munculnya keluhan sakit maag.

4. Pilih menu makan yang tepat

Saat berbuka dan sahur, pilihlah sajian yang cocok dikonsumsi penderita sakit maag, seperti nasi dan oatmeal. Jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag, karena dapat menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, perbanyak minum air mineral untuk membantu kerja sistem pencernaan dalam mengolah makanan.

Konsumsilah buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir; serta daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan. Selain itu, disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Sebaiknya jangan mengolah makanan dengan cara menggoreng, agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.

5. Hindari tidur setelah makan

Setelah sahur, Anda mungkin masih mengantuk dan ingin kembali tidur. Namun, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Hal ini karena langsung tidur setelah makan juga bisa memicu sakit maag.

Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, Anda bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

6. Kendalikan emosi

Saat berpuasa, sebisa mungkin kendalikanlah emosi dan kelola stres yang Anda alami dengan cara yang positif. Hal ini karena tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar, namun juga hawa nafsu, seperti emosi marah dan sedih. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Caranya,                                                                                                                     beristirahatlah sejenak jika Anda lelah, dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pernapasan, atau yoga ketika Anda merasa stres.

Bila keluhan masih juga muncul meski Anda telah menerapkan tips puasa bagi penderita sakit maag seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian beberapa tips Puasa bagi pederita Magg Semoga bermanfaat. Amiin.

Ditinjau oleh: Para Dokter Indonesia bersama: ( Aby hadim Almujtaba)


PODOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN







Wednesday, 24 March 2021

APAKAH PUASA


Ada berapa Syarat Sahnya Puasa. ?

PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN

Oleh: Aby hadim Al-Mujtaba. 

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan/ikhwat Rahimakumullah

Pertanyaan : Syarat Sah Puasa Ramadan, Apa Saja ada berapa.?

 Jawab : 

Syarat sah Puasa sudah tercantum dalam Kitab Fiqhul Islam, Yang berbuni Sbb. Wasyaraitu wujubis Shiyami Khomstun. 

Artinya: 

Adpun Syarat wajib puasa Ada 5 (lima) perkara 

1. Al-Islamu: 

Yang pertam yaitu ber Agama Islam

Puasa ialah senbagian dari pada rukun islam yang ke 4 (empat) dari rukun islam yang jumlahnya 5 (lima) perkara 

Sebelum berlanjut ke pembahasan Syarath sah Puasa Aby hadim Akan menerangkan Rukun islam terlebih dahulu.

Rasulullah SAW. bersabda dalam Hadts nya :

Buniayal Islam 'Ala khomsin,

"Islam didirikan dengan lima perkara , 

Pertama Membaca 2 (dua ) Kalimah Syahadat,                                                                                Asyhadu anlaailahaillallah Wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah,

Artinya :  Aku bersaksi  tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW.itu utusan-Allah.Nya, 

Yang Ke 2 (dua) Watuqimassolata, 

Artinya : Mendirikan Shalat, (limaa)  waktu.

Yang Ke 3 (tiga) Waiitaizzakat. 

Artinya: Memberikan Zakat ( bila sudah punya Harta/ Emal yang Sudah Nisab.

Yang ke 4 (empat) Washaumirromadhana.

Artinya : Puasa di bulan Ramadhan 

Yang ke 5 ( lima) Wahijjul baita Manis tatho'a ilaihi sabila

Artnya : Melaksanakan ibadah haji ke baitullah bagi orang yang sudah mampu diperjalnannya.

Sementara bagi orang non-Muslim, tetap diseru untuk menjalankan itu semua termasup puasa di bulan Ramadhan, bagi orang non Muslim tidak di wajibkab melaksanakan itu semua karena mereka bukan Muslim. diwajibkan juaga kepada orang Muslim.

Andaikan mereka berpuasa tapi masi dalam keadaan non-Muslim (kafir) atau murtad (keluar dari Islam), maka puasanya tidaklah sah. Kecuali, jika mereka masuk Islam (menjadi mualaf).

Timbul pertanyaaan:                                                                                                                                      Bagai mana kalau ada naon Muslim masup islam? 

jawabannya : dari semenjak masup isnlam dia itu diwaajibkan melaksanakan ibadah puasa dan ibadah -ibadah yang lainnya. 

lanjut ke Syarat sah puasa yang ke 2 (dua) 

2 Baligh.

Baligh bahasa arab, merupakan istilah dalam hukum Islam yang menunjukkan seseorang telah memasuki usia dewasa atau sudah pintar dan paham.

Sudah paham/mengerti, dan sudah bisa  membedakan mana yang baik dan buruk.Bagi anak laki-laki, sudah mengalami mimpi basah dan keluarnya air mani.Bagi perempuan, sudah mengalami menstruasi (haid).

Anak yang belum baligh disebut mumayyiz (dalam bahasa Arab artinya:  orang /anak yang masih kecil tapi udah pintar, udah bisa membedakan perkara yang baik dan buruk,).

Seseorang dikatakan memiliki sifat mumayyiz yaitu berkisar usia 5-11 tahun. Di usia itu, anak-anak biasanya sudah mengetahui mana hal baik dan buruk.

Anak itu sudah mau menjalankan puasa, boleh - boleh saja ibadah puasanya pun say tapi mereka belum diwajibkan untuk berpuasa.

Pahlanya buat siapa.? 

Jawab ; Buat Walinya /Ibu bapaknya.

3. Berakal Sehat

Syarat sah puasa berikutnya yaitu sehat jasmani dan rohani /tidak gila. Dalam hal gila yang di maksud disini yaitu cacat mental atu hilang akal, karena mabuk atau penyakit epilapsi/ ayan.

Ada  tiga golongan yang terlepas dari  hukum syari:                                                                     1 (satu))orang yang tidur sampai ia terbangun,                                                                               2 (dua)orang yang gila sampai ia sembuh,                                                                            3 (tiga) anak-anak sampai ia baligh." (HR. Abu Daud dan Ahmad)

4. Mampu atau Kuat Mengerjakan Puasa

Syarat sah puas yang ke empat dan kuat menjalankan ibadah puasa. Bila tidak puasa maka wajib menggantinya dengan puasa pada hari lain diluar bulan Ramadhan atau dengan membayar fidyah.

5. Suci (Tidak Haid atau Nifas)

Syarat sah puasa yang kelima yaitu suci dari haidh an nifas,  bagi wanita yang sedang haidh atau nifas tidak boleh mengerjaan puasa dan tidaak sah  puasanya. 

6. Mengetahui Waktu nya  Puasa

dengan ketentuan hisab atau   hilal

Lanjut ke Syarath Sah Puasa Yang - Ke 3 Judul :

APAKAH PUASA

Lanjut Bersama Aby hadim Al-Mujtaba. Insya Allah


Tuesday, 23 March 2021

RAMADHAN




Ramadhan tingkatkam ibadah Qiyamullail

Pondok Hikmah Al-Barokah,

Oleh: Aby hadim Al-Mujtaba

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan/ikhwat Rahimakumullah

Ramadhan merupakan bulan panen pahala. 

Shalat tarawih artinya istirahat, karena dilaksanakan setelah melaksanakan shalat empat rakaat yaitu shalat Isya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Shalat tarawih itu memiliki keutamaan yang begitu berharga bagi umat Islam, yakni sebagai penghapus dosa yang telah lalu.

 Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang pada siang harinya melaksankan ibdah puasa, dan malam harinya melaksanakan Shalat malam, Shalat tarawih, tahajud, Tadarus Al-Qur'an dan lain sebagainya, semuanya dilakukan dengan dengan iman dan karena Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.SWT.

Adapun jumlah rakaat Shalat tarawih, tidak memiliki anjuran harus berapa rakaat, boleh sedikit atau banyak.

Bersambung. Insya Allah

Penulis: Aby hadim Al-Mujtaba 


KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN



Tingkatkan Ibadah dibulan Ramadhan


 Pondok Hikmah Al-Barokah,

Oleh: Aby hadim Al-Mujtaba

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan/ikhwat Rahimakumullah

Ramadhan merupakan bulan panen pahala. 

Keistimewaan Ibadah dibulan Suci Ramadhan sungguh sangat besar pahlanya bila di bandingkan dengan ibadah bulan yang lainnya, ibadah dibulan Ramadhan,yang hukumnya wajib dilipatgandakan 70 kali lipat oleh Allah dan sunah disejajarkan dengan ibadah wajib. di bulan suci Ramadhan ini Allah SWT akan memberikan ampunan dosa bagi  orang  menyadari akan dosaya serta meningkatkan ibadah dan rajin membaca istighfar .

Di antara sarana itu, yakni shalat Tarawih. Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang pada siang harinya melaksanakan puasa dan malam harinya melaksanakan Shalat malam yakni  Shalat tarawih,tadarus Al-Qur'an tahajud dan lain-lainnya dengan keimanan maka dosanya yang terdahulu akan diampuni.” ( HR al-Bukhari dan Muslim).

Dosa yang diampuni, menurut Ibnu Al Mundzir, yaitu dosa besar dan kecil.

Ibadah dibulan Suci Ramadgan ini merupakan ibadah yang paling agung pada bulan suci Ramadhan ini menggabungkan dua jihad untuk melawan nafsunya; jihad siang hari melalui puasa dan jihad malam hari melalui qiyamullail. 

Mumpung kita masih bisa ketemu dengan bulan suci Ramadhan, kita harus berusaha semaksimal mumlin melaksanakan ibadah di bulan suci ini, siang kita bepuasa malamnya kita Shalat Tarawih dengan berjamaah sampai usai agar mendapatkan pahala yang maksimal di Ramadan tahun ini.

dan semoga kita di berikan panjang umur bisa ketemu lagi di Ramadha tahun yang akan datang 


Bersambung : Insya Allah


MENBERJAKAN TARAWIH

 


Asal mula adanya Shalat Tarawih 

Asslamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan /ikhwat Rahimakumullah.

Tinggal beberapa hari lagi Umat Muslim Akan memasupi bulan Sucui Ramadhan,Bulan diman didalamnya terdapat ibadah Fardhu Puasa sebulan penuh dan ibadah Shalat Sunah Tarawih, 

Tentang hukum-hukum,Syarath, kewajiban ibadah puasa,                                                  Aby hadim telah menulis walaupun alakadarnya.

Sekarang Alfaqir Aby hadim akan menerangkan tenatang hukum-hukum tentang Shalat sunah Tarawih.

Shalat tarawih awal mulanya dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. pada 23 Ramadan tahun kedua Hijriah. Kala itu Nabi Muhammad SAW.

mengerjakannya tidak di masjid secara terus menerus. Kadang melakukan di masjid, kadang di rumah. Ada sebagian hadis riwayat (Bukhari-Muslim) yang menceritakan soal itu. "

Dari Aisyah Ummul Mu’minin ra:                                                                             Sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam hari salat di masjid, lalu banyak orang salat mengikuti beliau, beliau salat dan pengikut bertambah ramai. Pada hari ketiga dan ke-empat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau, tetapi Rasulullah Muhammad SAW. tidak datang ke masjid lagi. 

Ketika pagi-pagi, Nabi SAW.bersabda: '

Sesungguhnya apa yamg kalian kerjakan tadi malam  aku melihatnya. Tapi aku tidak mendatangi kalian ke masjid, karena aku khawatir kalau salat tarawih ini nantinya merasa diwajibkan pada kalian.'

 Siti Aisyah ra. berkata: '                                                                                                             Hal itu terjadi pada bulan Ramadan.'"  

Adapun Pelaksanaanya :                                                                       

Bacaan Niat Shalat Salat Tarawih dan niat Shalat Witir di Bulan Ramadan,                               Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad.SAW. memang pernah melaksanakan salat tarawih.                                                                                      Pada malam yang kedua Rasulullah.SAW. datang lagi mengerjakan salat dan pengikutnya makin banyak. 

Pada malam yang ketiga dan keempat Nabi Muhammad.SAW. tidak datang ke masjid lagi, kenapa, 

karena Nabi khawatir salat tarawih  itu akan diwajibkan Allah, karena pengikutnya sangat antusias dan bertambah banyak. Ada kekhawatiran Nbi Muhammad.SAW. berpikir, bahwa  Allah.SWT. nanti akan mewajibkan shalat tarawih kepada umatnya, karena orang-orang sangat suka mengerjakannya. Baca juga:

 Tiga Peristiwa Besar di Bulan Ramadan pada Masa Nabi Muhammad Jika hal demikian terjadi, Nabi Muhammad paham bahwa itu akan memberatkan umatnya. 

Bahwa shalat tarawih telah diwajibkan, karena ia adalah perbuatan baik yang selalu dikerjakan Nabi. Karena itu Rasulullah tidak melaksankan Shalat tarawih masjid pada malam berikutnya, sehingga orang-orang tak lagi menyangka bahwa tarawih adalah wajib. 

Langkah Nabi seperti itu, menunjukkan betapa bijaksana dan teramat sayangnya Nabi kepada umatnya. Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang sejarah dan seluk-beluk tarawih, silakan simak kelanjutannya 

Di Artikel Pondok Hikmah Al-Barokah 

Bersama:  ( Abu hadim, Al-Mujtaba)


Sunday, 21 March 2021

RAMADHAN PENUH

Bulan Suci Ramadahan Telah tiba

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan /Ikhwat Rahimakumullah.

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat beserta salam semoga tercurah atas Rasulillah.SAW. beserta keluarga dan para sahabatnya.


Keutamaan ibdah di bulan Suci Ramadhan perlu kita tingkatkan, karena didalamnya dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang menyia-nyiakan kebaikan didalamnyanya, sungguh ia orang merugi. setiap muslim hendaknya merasa gembira dengan akan datangnya bulan suci Ramadhan tiba.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya,


Telah  datang kepada kamu semua bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Bulan yang yang dalamnya ada kewajiban ibadah puasa fardhu,

Pada bulan itu di dalamnya ada suatu malam yang sangat istimewa yakni 1 malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni malam yang disebut lailayul QAdar


Hendaknya seorang mukmin merasa  bergembira dan gembira dengan datangnya bulan (Ramadhan) ini. Ia bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal shalih di dalamnya. kita harus bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyampaikan kegembiraan kepada sahabatnya dengan kedatangan bulan mulia ini.silakan simak kelanjutannya 

Di.  Artikel Pondok Hikmah Al-Barokah 

Bersama:  ( Abu hadim, Al-Mujtaba)

Bersama : Aby hadim Al-Mujtaba)

KESEHATAN

 


Arti kesehatan telah berkembang dari waktu ke waktu.                                                                                 

Dalam perospektif model biomedis, definisi awal tentang kesehatan difokuskan pada kemampuan tubuh untuk berfungsi. Kesehatan adalah kondisi tubuh yang berfungsi normal yang sewaktu-waktu dapat terganggu oleh penyakit. 

Kesehatan adalah kondisi fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Gagasan tentang kesehatan telah bergeser dari waktu ke waktu.

 Perkembangan teknologi kesehatan berbasis digital telah memungkinkan setiap orang untuk belajar dan menilai diri sendiri, serta berperan aktif dalam gerakan promosi kesehatan. 

Berbagai faktor sosial mempengaruhi kondisi kesehatan, seperti perilaku individu, kondisi sosial, genetika dan biologi, pemeliharaan kesehatan, dan lingkungan fisik.


Pada tahun lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai "kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, dan bukan sekadar tidak adanya penyakit dan kelemahan". 

 Meskipun definisi ini telah disambut baik oleh beberapa orang dan dianggap inovatif, definisi ini juga dikritik karena tidak jelas, terlalu luas, dan tidak dijelaskan secara terukur. 

Beberapa ilmuwan telah mengajukan definisi lain tentang kesehatan, seperti "kondisi yang ditandai dengan integritas anatomis; kemampuan untuk melakukan peran dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat, yang dihargai secara pribadi; kemampuan untuk mengatasi stres fisik, biologis, dan sosial;

 perasaan sejahtera, dan kebebasan. dari risiko penyakit dan kematian dini. "silakan simak kelanjutannya 

Di.  Artikel Pondok Hikmah Al-Barokah 

Bersama:  ( Abu hadim, Al-Mujtaba)