Showing posts with label RELIGI. Show all posts
Showing posts with label RELIGI. Show all posts
Sunday, 9 May 2021

TIPS SILATURRAHMI SAAT PANDEMI COVID- 19

 

Tips Silaturahmi Saat Pandemi Sesuai Protokol Kesehatan Cegah COVID-19






PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN- Bulan suci Ramadhan sebentar lagi berakhir dengan bergantinya bulan menjadi Syawal. Bulan Syawal diawali hari yang ditunggu dan disambut seluruh muslim yaitu Idul Fitri 1442 H atau Lebaran 2021.

"Inti Hari Lebaran adalah menjalin silaturahmi. Namun banyak yang menerjemahkan silaturahmi dengan bertamu, ketemu, kumpul-kumpul atau makan-makan. Padahal silaturahim nggak hanya itu. Kegiatan yang telah disebutkan adalah serba-serbi saat puasa Ramadhan," Alfaqir Aby hadim Al-Mujtaba. menjelaskan Silaturahmi Sesuai Hadits Nabi.


صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

Artinya: "Sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu." (HR Ahmad).

Menurut , hadist tersebut juga menggambarkan silaturahmi yang ideal dalam Islam. Silaturahmi ternyata tidak perlu terbebani pertemuan fisik yang menjadi anggapan umum masyarakat terkait silaturahmi.






Berikut tips dan tata cara silaturahmi saat Idul Fitri 1442 H selama pandemi corona:

1. Silaturahmi adalah dengan orang yang tidak menyenangkan

Alfaqir Aby hadim Al-Mujtaba. menjelaskan, silaturahmi dilakukan dengan orang yang dianggap tidak menyenangkan karena berbagai hal. Jika bersama dengan orang-orang terdekat maka kegiatan tersebut bukan silaturahmi.

"Disebut silaturahmi jika ada yang bisa disambung. Artinya ada yang diputuskan. Kalau ketemu dengan orang yang nyaman jadinya menjaga, sementara perintah silaturahmi adalah menyambung," MENURUT  Alfaqir Aby hadim Al-Mujtaba.

2. Silaturahmi bisa dilakukan selama pandemi corona

Hadist tidak menetapkan cara tertentu untuk menjalin silaturahmi. Artinya, berbagai cara bisa dilakukan untuk menyambung hubungan yang terputus. Pandemi corona tak menghalangi silaturahmi yang tetap terjalin pada Idul Fitri 1442 H.

"Jika silaturahmi cuma bertamu maka nggak bisa karena ada zona merah dan PSBB. Tapi makna hadist adalah banyak cara misal bisa dengan memberi hadiah, mengirim pulsa, uang jajan, THR atau barang sehingga bisa tetap silaturahmi,"Alfaqir Aby hadim Al-Mujtaba

3. Silaturahmi berlaku dalam keluarga, bukan untuk mantan

Alfaqir Aby hadim menjelaskan, silaturahmi berlaku untuk keluarga yang selama ini hubungannya kurang baik. Mantan tidak masuk dalam kriteria silaturahmi meski hubungannya sama-sama tidak baik.

"Silaturahmi cari dulu di antara keluarga besar yang selama ini renggang, berjarak, atau diem-dieman. Jika telpon direject atau bahkan diblock karena masalah waris, anak, atau beda pendapat. Cari yang renggang," 

4. Peringatan bagi yang memutus silaturahmi

Allah SWT menjanjikan surga bagi siapa saja yang menyambung silaturahmi. Sebaliknya, Allah SWT memberi peringatan bagi siapa saja yang memutuskan tali silaturahmi.

"Sambungkanlah orang yang memutuskanmu. Nanti Allah SWT yang akan menyambungkannya dan mendekatkannya di surga," Alfaqir Aby hadim Al-Mujtaba. menjelaskan   


Semoga bermanfaat  Amiin.


Saturday, 8 May 2021

MANFAAT BERSILATURRAHMI


Berbagai Manfaat Silaturahmi yang Perlu Anda Ketahui

Bersama : Aby hadim Al-Mujtaba

Inilah 5 Manfaat Menjalin Silaturahmi yang Perlu Anda Ketahui



PONDOK HIKMAH BANTEN.COM-“Kalau kalian tidak mengerjakan apa yang Aku perintahkan itu (yaitu untuk berukhuwah, bersilaturahmi) tentu akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar,” (QS Al Anfaal ayat 63).

Oleh karena itu, menjalin silaturahmi merupakan suatu keharusan bagi umat Islam. Karena, dengan bersilaturahmi Anda dapat menghubungkan tali kekerabatan dan menyambungkan kasih sayang demi kebaikan


Gambar : pondokhikmahbanten.com

'idul fitri adalah hari kemenangan Umat islam setelah melaksanakan ibadah Fardhu Puasa bulan Ramadhan dan ibadah-ibadah sunah yang lainnya, seperti Shalat Sunah Taraewih, Tadarus Al-Qur'an,Qiyamullail dan yang lainnya,

Setelah itu, tibalah hari kemenangan mendapat pila ampunan, Rahmat dari Allah.SWT. 

Tibalah hari kebahagiaan yang dilanjutkan denga bersilaturrahkmi saling Maaf memaafkan sesama saudara handai Taulan, 

bagi orang yang selalu menjaga tali silaturahmi, Allah akan memanjangkan umurnya. Bahkan, dengan bersilaturahmi Allah akan mempermudah rezeki seseorang.

Manfaat Silaturahmi

Berikut  ada tiga manfaat yang didapat dari menjalin silaturahmi:

1- Mempererat Tali Persaudaraan dan Persahabatan

Kesibukan kadang memang membuat Anda merasa tidak sempat atau tidak memiliki waktu untuk menyapa saudara, keluarga atau teman lama.

Namun, sebenarnya silaturahmi tidak menuntut Anda harus meluangkan banyak waktu. Cukup sekedar sms atau telpon untuk menanyakan kabar saja, hal ini sudah dapat mempererat jalinan tali persaudaraan dan persahabatan dengan sesama.

2- Memanjangkan Usia

Dengan menjalin tali silaturahmi, maka Anda akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman batin. Jika pikiran dan hati Anda tenang dan bahagia, maka efeknya juga sangat baik bagi kesehatan.

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR. Bukhari – Muslim).

Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini bukan hanya bermanfaat di dunia saja, akan tetapi untuk kebaikan di akhirat nanti.

Silaturahmi juga dapat mendatangkan banyak doa keselamatan dan umur panjang bagi Anda dari orang-orang yang telah Anda bahagiakan hatinya.

3- Menambah Berkah, dan Rezeki

Menjalin silaturahmi juga dapat melimpahkan berkah dan rezeki. Karena, dengan komunikasi yang baik maka rezeki yang Anda dapat akan semakin baik dan juga semakin lancar.

Selain itu Seseorang muslim yang menjalin kembali tali silaturahmi maka akan dijauhkan dari neraka. Sebagaimana dalam salah satu hadis berikut ini, yang artinya:

“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

4- Manfaat Silaturahmi juga untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Menjalin silaturahmi dengan sesama juga menjadi salah satu sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pasalnya saat kita mau menyambung silaturahmi dan memperlakukan manusia dengan baik, berarti kita telah menjalankan perintah Allah SWT. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu.”

5- bManfaat Silaturahmi Sebagai Akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah

Manfaat silaturahmi lainnya yaitu dapat menjadikan kita sebagai makhluk yang mulia. Pasalnya menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayaimu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Sedangkan seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak kehidupan. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam salah satu surah Al-Quran berikut ini, Allah SWT berfirman:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka”.(QS. Muhammad:22-23)

Demikian Pembahasan Silaturrahmi semoga bermanfaat buat Alfaqiar dan buat Ikhwan/ikhwat Semua 

Aby Hadim Al-Mujtaba





Friday, 7 May 2021

MANFAAT / KHASIAT HEWAN UNDUR-UNDUR

Hewan langka yang ada khasiatnya




PONDOK HIKMAH AL-BAROKAH BANTEN- banyak khasiat di hewan undu-undur, Yuk Konsumsi

  1. Mengobati Stroke. Undur-undur dapat mengobati penyakit mematikan seperti stroke. ...
  2. Mengobati Diabetes. ...
  3. Mengobati Darah Tinggi. ...
  4. Mengobati Rematik dan Asam Urat. ...
  5. Mengobati Asma. ...
  6. Mengobati Sakit Kuning. ...
  7. Menurunkan Kolesterol Jahat dalam Tubuh.
5 Okt 2019




Manfaat Menakjubkan Hewan Undur-undur, Yuk Konsumsi.

Tahu Hewan Undur-undur, Ini 7 Manfaatnya Bagi Kesehatan. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Undur-undur memiliki penampilan yang sekilas mirip dengan capung karena sama-sama memiliki abdomen yang panjang dan memiliki dua pasang sayap transparan berurat pada thoraxnya.

Ia bisa dibedakan dengan capung dengan melihat antenanya yang panjang dan ujungnya sedikit melengkung, ukurannya yang rata-rata lebih kecil, dan matanya yang terletak di sisi kepala serta berukuran lebih kecil dibandingkan mata capung.




Undur-undur juga tidak bisa terbang secepat dan selincah capung karena ia pada dasarnya merupakan penerbang lemah. Dan ada banyak sekali undur-undur bagi kesehatan, diantaranya diurai di bawah ini.

1. Mengobati Stroke
Undur-undur dapat mengobati penyakit mematikan seperti stroke. Jadi jika ada keluarga, orang terdekat atau tetangga Anda yang terkena penyakit tersebut, maka berikan Undur-undur untuk mengobatinya.

2. Mengobati Diabetes
Undur-undur telah lama digunakan di Tiongkok sebagai bahan baku untuk pembuatan obat penyakit diabetes. Caranya Undur-undur dijadikan serbuk kemudian serbuk tersebuk dimasukkan ke dalam kapsul lalu dikonsumsi.
Baca juga :Manpaat Daun Bidara Untuk kesehatan






3. Mengobati Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi terjadi karena naiknnya tensi darah melebihi batas normal. Kandungan zat yang terkandung di dalam Undur-undur mampu mengurangi tekanan darah yang ada di dalam tubuh manusia.

4. Mengobati Rematik dan Asam Urat
Undur-undur mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada kondisi tubuh lemah lunglai maka disitu peran Undur-undur sehingga tubuh yang terasa ngilu, kaku pegal dan terasa sakit akan terobati.

5. Mengobati Asma
Penyakit asma merupakan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol agar tidak kambuh. Undur-undur dapat membantu memperbaiki pembengkakan yang terjadi pada paru-paru sehingga dapat mengurangi resiko penyakit asma.

6. Mengobati Sakit Kuning
Penyakit kuning terjadi karena penumpukan zat kuning di dalam tubuh. Undur-undur dapat mengobati penyakit kuning dengan cara mencegah terurainya sel darah merah.

7. Menurunkan Kolesterol Jahat dalam Tubuh
Kolesterol yang berlebihan akan berakibat menurunnya kesehatan. Kolesterol ini bersumber dari makanan dan dari hasil produksi hati. Manfaat Undur-undur mampu bekerja mengurangi produksi zat lipid di dalam hati sehingga dapat mengurangi kolesterol yang tinggi. Jadi untuk mengatasi kolesterol Anda hanya perlu mengonsumsi Undur-undur,

  Aby hadim  Al-Mujtaba'

Friday, 30 April 2021

ILMU AGAMA LEBIH PENTING DARI PADA HARTA

 







PONDOK HIKMAH BANTEN-"Ilmu lebih baik daripada harta

Ini adalah kalimat yang global, sebelum  beliau. menyebutkan secara terperinci segi-segi kebaikan ilmu dibanding harta., yang demikian supaya pendengar menyiapkan dirinya untuk mendengar apa yang akan disampaikan.

Dan yang dimaksud dengan ilmu disini adalah ilmu agama, ilmu yang bermanfaat. Sedangkan harta disini adalah harta yang dicari bukan karena ketaatan kepada Allah tetapi hanya karena kesenangan dunia semata.

" Ilmu menjagamu, sedang harta engkau yang menjaganya"
Maksudnya adalah ilmu menjadi sebab Allah menjaga dirimu, menjagamu dari kebinasaan di dunia maupun akhirat.
Menjaga seseorang dari kebinasaan di akhirat, karena dengan ilmu agama seseorang bisa mengetahui perintah Allah sehingga dia bisa laksanakan, dan bisa mengetahui larangan Allah sehingga bisa dia jauhi. Dengan sebab ilmu ini Allah menyelamatkan dia dari hal-hal yang membuat murka Allah sehingga dia bisa selamat dari adzab neraka dan masuk ke dalam surga Allah.

Adapun menjaga seseorang dari kebinasaan di dunia, maka Allah akan menjaga seseorang dengan ilmu tersebut dimanapun dia berada. Diantara contoh penjagaan ilmu terhadap seseorang adalah kisah seseorang yang membunuh 100 orang seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟

"Dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Allah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: Dahulu kala di antara ummat sebelum kalian ada seorang lelaki yng membunuh 99 orang, maka dia bertanya tentang orang yang paling 'alim di atas permukaan bumi, maka dia ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah, maka diapun mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 99 orang , 

apakah dia masih diterima taubatnya? Maka ahli ibadah itupun menjawab: Tidak (diterima taubatnya); maka orang tersebut membunuh ahli ibadah itu sehingga genaplah menjadi 100. Kemudian dia bertanya lagi , siapa orang yang paling 'alim di permukaan bumi ?

 Maka ditunjukkan kepada seorang 'alim, dan diapun mengabarkan bahwa dia telah membunuh 100 orang, apakah taubatnya masih diterima? Maka 'alim tersebut mengatakan: Iya, apa yang menghalangi dia untuk diterima taubatnya?... (HR. Muslim)
Lihatlah bagaimana ilmu menjadi sebab terjaganya 'alim tersebut dari kebinasaan.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa ilmu menjaga pemiliknya dari kecelakaan dan musibah, karena seseorang pada asalnya tidak mungkin memasukkan dirinya dalam kebinasaan apabila dia memiliki akal, dan tidak mungkin dia menjerumuskan jiwanya dalam kehancuran kecuali apabila dia jahil/ bodojh.

Contohnya seperti orang yang memakan makanan yang beracun, maka orang yang tahu makanan tersebut beracun akan menahan diri dan tidak mau memakannya, tapi orang yang tidak tahu akan memakannya dan teracuni karena kebodohannya

Dan orang yang mengenal Allah, perintah dan laranganNya, mengetahui musuh dan tipu dayanya dalam menyesatkan manusia, dengan ilmunya dia bisa selamat dari was-was syetan. Setiap kali syetan berusaha menyesatkan dia dari jalan Allah maka ilmu dan iman tersebut mengingatkan dia sehingga dia kembali kepada Allah. (Lihat Miftaah Daari As-Sa'aadah 1/128)

Sedangkan harta, maka pemiliknya setelah lelah dalam mencarinya maka dia juga harus lelah dalam menjaganya, siang dan malam dia dalam keadaan cemas, resah, dan gelisah memikirkan harta yang dia dapatkan, bagaimana supaya harta tersebut aman, bertambah terus dan tidak berkurang. Dimanapun dia letakkan harta tersebut dia merasa tidak aman, dan dia akan bertambah stres bila harta tersebut benar-benar hilang atau berkurang.

Allah ta'alaa berfirman:

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ


"Maka janganlah membuat kamu kagum harta dan anak-anak mereka, sesungguhnya Allah ingin mengadzab mereka dengannya di kehidupan dunia ini, dan menjadikan resah jiwa mereka, sedangkan mereka dalam keadaan kafir" (QS. At-Taubah : 55)

Dan di akhirat dia akan mendapat perhitungan yang panjang, dia akan ditanya tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia dapatkan, sebagaimana hadist dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu 'anhu beliau berkata: Rasulullah shallallhu 'alaihiwasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

"Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, dan tentang ilmunya; apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia belanjakan, dan ditanya tentang jasadnya; untuk apa dia gunakan" (HR. At-Tirmidzy, dishahihkan Syeikh Al-Albany)
Jadi harta dunia bila dicari hanya karena kelezatan semata dan bukan karena Allah, maka akan menyusahkan pemiliknya di awal (ketika di mencari), di tengah (ketika dia menjaganya), dan di akhir kelak(ketika menghadapi hari perhitungan).

Aby Hadim Al-Mujtaba 
Tuesday, 27 April 2021

PUASA JANGA TAKUT KAMBUH.


Maag Bisa Sembuh Dengan Berpuasa



Umumnya penderita maag ragu untuk berpuasa karena takut penyakitnya kambuh. Tapi ternyata puasa justru bisa menyembuhkan sakit maag seseorang.

Pada saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, yang berarti selama waktu tersebut sistem pencernaan tubuh tidak akan menerima makanan dan minuman.
Sebuah penelitian di Paris yang melibatkan 13 sukarelawan melaksanakan puasa selama bulan Ramadan, ternyata terjadi peningkatan asam lambung pada minggu pertama puasa dan kembali normal setelah minggu kedua puasa. Dan puasa sendiri akan menurunkan kadar hormon gastrin dan menurunkan asam lambung.

 "Sakit maag atau dispepsia adalah kumpulan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati (epigastrium)," ujar Dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam acara Simposium Mini "Tetap Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan" di Aula FK-UI RSCM, Jakarta, Rabu (19/8/2009).


Dr. Ari menambahkan dispepsia dibagi menjadi dua tipe yaitu dispepsia fungsional jika endoskopinya normal dan dispepsia organik jika endoskopinya tidak normal seperti ada peradangan, sariawan (tukak) pada lambung atau usus dua belas jari, lalu adanya tumor atau polip.

Biasanya ditandai dengan gejala rasa sakit atau perih di daerah ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sering bersendawa, nafsu makan menurun, nyeri atau panas dada dan mulut terasa pahit.

Dengan berpuasa sakit maag seseorang bisa sembuh, karena selama berpuasa seseorang akan:
  1. Makan dengan teratur setiap harinya saat sahur dan berbuka.
  2. Mengurangi mengkonsumsi camilan yang berlemak.
  3. Mengurangi rokok.
  4. Mengurangi minum kopi dan minuman bersoda.
  5. Lebih bisa mengendalikan diri.
  6. Pola hidupnya lebih teratur.

"Selain itu, sebaiknya berbuka puasa dengan yang manis dan makanan yang ringan lalu shalat terlebih dahulu baru makan besar. Dengan puasa sebaik-baiknya maka maag pun bisa disembuhkan asalkan tetap menghindari makanan-makanan yang dapat memicu," ujar Dr. Ari yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB PAPDI ini.

Hindari makanan berlemak, makanan yang mengandung gas (sawi, kol), makanan berserat tertentu, makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung (kopi, alkohol, susu full krim), makanan yang sulit dicerna (keju), makanan yang dapat merusak dinding lambung (cuka, pedas).

Dengan pengaturan makan yang baik maka bisa memperbaiki sakit maag selama berpuasa. Umumnya sakit maag yang fungsional dapat menjalankan ibadah puasa sedangkan untuk sakit maag organik sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Rekomendasi Obat



PONDOK HIKMAH BANTEN

pondokhikmahbanten.com

Tuesday, 23 March 2021

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN



Tingkatkan Ibadah dibulan Ramadhan


 Pondok Hikmah Al-Barokah,

Oleh: Aby hadim Al-Mujtaba

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan/ikhwat Rahimakumullah

Ramadhan merupakan bulan panen pahala. 

Keistimewaan Ibadah dibulan Suci Ramadhan sungguh sangat besar pahlanya bila di bandingkan dengan ibadah bulan yang lainnya, ibadah dibulan Ramadhan,yang hukumnya wajib dilipatgandakan 70 kali lipat oleh Allah dan sunah disejajarkan dengan ibadah wajib. di bulan suci Ramadhan ini Allah SWT akan memberikan ampunan dosa bagi  orang  menyadari akan dosaya serta meningkatkan ibadah dan rajin membaca istighfar .

Di antara sarana itu, yakni shalat Tarawih. Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang pada siang harinya melaksanakan puasa dan malam harinya melaksanakan Shalat malam yakni  Shalat tarawih,tadarus Al-Qur'an tahajud dan lain-lainnya dengan keimanan maka dosanya yang terdahulu akan diampuni.” ( HR al-Bukhari dan Muslim).

Dosa yang diampuni, menurut Ibnu Al Mundzir, yaitu dosa besar dan kecil.

Ibadah dibulan Suci Ramadgan ini merupakan ibadah yang paling agung pada bulan suci Ramadhan ini menggabungkan dua jihad untuk melawan nafsunya; jihad siang hari melalui puasa dan jihad malam hari melalui qiyamullail. 

Mumpung kita masih bisa ketemu dengan bulan suci Ramadhan, kita harus berusaha semaksimal mumlin melaksanakan ibadah di bulan suci ini, siang kita bepuasa malamnya kita Shalat Tarawih dengan berjamaah sampai usai agar mendapatkan pahala yang maksimal di Ramadan tahun ini.

dan semoga kita di berikan panjang umur bisa ketemu lagi di Ramadha tahun yang akan datang 


Bersambung : Insya Allah


MENBERJAKAN TARAWIH

 


Asal mula adanya Shalat Tarawih 

Asslamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan /ikhwat Rahimakumullah.

Tinggal beberapa hari lagi Umat Muslim Akan memasupi bulan Sucui Ramadhan,Bulan diman didalamnya terdapat ibadah Fardhu Puasa sebulan penuh dan ibadah Shalat Sunah Tarawih, 

Tentang hukum-hukum,Syarath, kewajiban ibadah puasa,                                                  Aby hadim telah menulis walaupun alakadarnya.

Sekarang Alfaqir Aby hadim akan menerangkan tenatang hukum-hukum tentang Shalat sunah Tarawih.

Shalat tarawih awal mulanya dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. pada 23 Ramadan tahun kedua Hijriah. Kala itu Nabi Muhammad SAW.

mengerjakannya tidak di masjid secara terus menerus. Kadang melakukan di masjid, kadang di rumah. Ada sebagian hadis riwayat (Bukhari-Muslim) yang menceritakan soal itu. "

Dari Aisyah Ummul Mu’minin ra:                                                                             Sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam hari salat di masjid, lalu banyak orang salat mengikuti beliau, beliau salat dan pengikut bertambah ramai. Pada hari ketiga dan ke-empat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau, tetapi Rasulullah Muhammad SAW. tidak datang ke masjid lagi. 

Ketika pagi-pagi, Nabi SAW.bersabda: '

Sesungguhnya apa yamg kalian kerjakan tadi malam  aku melihatnya. Tapi aku tidak mendatangi kalian ke masjid, karena aku khawatir kalau salat tarawih ini nantinya merasa diwajibkan pada kalian.'

 Siti Aisyah ra. berkata: '                                                                                                             Hal itu terjadi pada bulan Ramadan.'"  

Adapun Pelaksanaanya :                                                                       

Bacaan Niat Shalat Salat Tarawih dan niat Shalat Witir di Bulan Ramadan,                               Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad.SAW. memang pernah melaksanakan salat tarawih.                                                                                      Pada malam yang kedua Rasulullah.SAW. datang lagi mengerjakan salat dan pengikutnya makin banyak. 

Pada malam yang ketiga dan keempat Nabi Muhammad.SAW. tidak datang ke masjid lagi, kenapa, 

karena Nabi khawatir salat tarawih  itu akan diwajibkan Allah, karena pengikutnya sangat antusias dan bertambah banyak. Ada kekhawatiran Nbi Muhammad.SAW. berpikir, bahwa  Allah.SWT. nanti akan mewajibkan shalat tarawih kepada umatnya, karena orang-orang sangat suka mengerjakannya. Baca juga:

 Tiga Peristiwa Besar di Bulan Ramadan pada Masa Nabi Muhammad Jika hal demikian terjadi, Nabi Muhammad paham bahwa itu akan memberatkan umatnya. 

Bahwa shalat tarawih telah diwajibkan, karena ia adalah perbuatan baik yang selalu dikerjakan Nabi. Karena itu Rasulullah tidak melaksankan Shalat tarawih masjid pada malam berikutnya, sehingga orang-orang tak lagi menyangka bahwa tarawih adalah wajib. 

Langkah Nabi seperti itu, menunjukkan betapa bijaksana dan teramat sayangnya Nabi kepada umatnya. Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang sejarah dan seluk-beluk tarawih, silakan simak kelanjutannya 

Di Artikel Pondok Hikmah Al-Barokah 

Bersama:  ( Abu hadim, Al-Mujtaba)