Showing posts with label Kajian sebelum Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Kajian sebelum Ramadhan. Show all posts
Monday, 3 May 2021

HUKUKM JIMA' DENGAN ISTRI SELAGI PUASA

 

`



PONDOK HIKMAH BANTEN-Tanya: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali berhubungan intim dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih, Wasalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU)


Jawab:
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah washshsalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah.
Berhubungan intim dengan istri pada siang hari bulan Ramadhan termasuk dosa dan membatalkan puasa. Alloh ta'aalaa berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ [البقرة/187]

Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS.al-Baqoroh: 187).
 “Tatkala kami sedang duduk-duduk di sekitar Rasulullah, datanglah seorang laki-laki. Lalu dia berkata: 

“Wahai Rasulullah celakalah saya”. 
Beliau bertanya: Ada apa denganmu? 

Dia menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya, padahal saya sedang puasa. Rasulullah lantas bertanya; Apakah engkau mempunyai seorang budak yang dapat engkau bebaskan? 
Dia menajawab: Tidak!. Rasulullah kembali bertanya: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? 
Dia menjawab: Tidak! Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu mampu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? 
Dia menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah diam sejenak. Tiba-tiba Rosululloh dibawakan sekeranjang korma. Beliau bertanya: Mana yang tadi bertanya? 
Dia menjawab: Saya. Beliau berkata: Ambillah sekeranjang korma ini dan bersedekahlah dengannya!. Laki-laki tadi malah berkata; Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya wahai Rosulullah? 
Demi Alloh, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada saya!

 Rosulullah akhirnya tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Lalu beliau bersabda: Berikanlah korma ini kepada keluargamu!(HR.Bukhari: 1936, Muslim: 1111)

Berdasarkan hadist di atas, orang yang bersetubuh di siang hari di bulan ramadhan, selain batal puasa dan berdosa, maka dia wajib membayar kaffarot dengan urutan sebagai berikut
Pertama; Membebaskan budak.
Kedua ; Bila tidak mendapatkan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.
Ketiga: Bila tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan enam puluh orang miskin.

Selain itu dia juga wajib mengqodho puasa, menurut pendapat mayoritas ulama, karena orang yang bersetubuh telah merusak satu hari Romadhan, maka wajib baginya untuk menggantinya pada hari yang lain, sebagaimana jika dia batal puasanya karena makan dan minum. (At-Tamhid 7/157, Ibnu Abdil Barr)

Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm (Al-Muhalla 6/264) dan Imam Syafii (Lihat al-Mughni 4/372 ) berpendapat bahwa tidak ada qodho bagi yang bersetubuh pada siang hari bulan Romadhan. Karena nabi tidak memerintahkan laki-laki tadi untuk mengganti puasanya. Adapun riwayat yang mengatakan maka berpuasalah sebagai ganti hari yang batal adalah riwayat yang syadz (ganjil) tidak bisa dijadikan dalil.

Dan pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama, karena tidak kita ragukan bahwa mengganti puasa adalah lebih berhati-hati dan lebih melepaskan tanggungan. Allohu A’lam. (Minhatul ‘Allam 5/68 )
Dengan demikian saudara penanya tetap berkewajiban untuk membayar kaffarot, dan mengganti puasa yang ditinggalkan. Nasehat kami, bersegeralah menunaikan tanggungan ini, disertai taubat yang nashuha kepada Allah.


Aby hadim Al-Mujtaba 


Sunday, 2 May 2021

APAKAH SAH PUASANYUA.

 

Apabila Sudah masuk waktu subuh masih punya hadats Junub.


Tanya: Assalamu'alaikumwarahmatullahi wabarakatuhu. Saya ingin menanyakan apakah sah puasa kita jika kita mandi wajib ketika matahari sudah tinggi (waktu imsak sudah lewat)? (Riswadi)

Jawab: Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuhu. Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin.
Jumhur ulama berpendapat bahwa barangsiapa yang junub pada malam hari, kemudian baru mandi setelah terbit fajar (masuk waktu shalat shubuh) maka puasanya sah.                    
Allah ta'aalaa berfirman: [البقرة/187]

فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Artinya: "…Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian (yaitu anak), dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS. AL-Baqarah: 187)
Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:

أباح تعالى الأكل والشرب، مع ما تقدم من إباحة الجماع في أيّ الليل شاء الصائمُ إلى أن يتبين ضياءُ الصباح من سواد الليل

"Allah ta'aalaa membolehkan makan, minum, dan membolehkan jima' pada malam hari, kapan saja orang yang puasa tersebut menghendaki, sampai jelas cahaya shubuh dari gelapnya malam" (Tafsir Ibnu Katsir 1/512).
Berkata Imam An-Nawawi rahimahullah:

ومعلوم أنه اذا جاز الجماع إلى طلوع الفجر لزم منه أن يصبح جنبا ويصح صومه لقوله تعالى: ثم أتموا الصيام إلى الليل

"Dan maklum bahwa apabila diperbolehkan jima' sampai fajar (shubuh) maka mengharuskan bolehnya seseorang masuk shubuh dalam keadaan junub, dan sah puasanya, karena itu Allah berfirman (yang artinya): "Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam (tenggelam matahari)" (Syarh Shahih Muslim 7/221)
Dan di dalam hadits Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhumaa;

إن كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلاَمٍ فِى رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: "Adalah Rasulullah pernah memasuki fajar pada bulan Ramadhan dalam keadaan junub karena berhubungan badan dengan isterinya bukan karena mimpi,kemudian beliau berpuasa.( HR.Bukhari: 1926, Muslim: 1109)
Abul 'Abbaas Al-Qurthuby menjelaskan bahwa diantara faidah hadist adalah bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihiwasallam menggauli istrinya dan mengakhirkan mandi sampai waktu shubuh, untuk menjelaskan disyariatkannya (dibolehkannya) perkara ini. (Lihat Al-Mufhim 3/167).
Demikian pula masuk dalam masalah ini adalah wanita yang haidh dan nifas apabila darah mereka terhenti dan melihat sudah suci sebelum fajar, maka hendaknya ikut puasa bersama manusia pada hari itu sekalipun belum mandi kecuali setelah terbitnya fajar. (Lihat Al-Mufhim, Al-Qurthuby 3/166, dan Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi 7/222).
Allohu A’lam.



Aby hadim Al-Mujtaba
Tuesday, 23 March 2021

RAMADHAN




Ramadhan tingkatkam ibadah Qiyamullail

Pondok Hikmah Al-Barokah,

Oleh: Aby hadim Al-Mujtaba

Assalamualaikum.Wr Wb.

Ikhwan/ikhwat Rahimakumullah

Ramadhan merupakan bulan panen pahala. 

Shalat tarawih artinya istirahat, karena dilaksanakan setelah melaksanakan shalat empat rakaat yaitu shalat Isya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Shalat tarawih itu memiliki keutamaan yang begitu berharga bagi umat Islam, yakni sebagai penghapus dosa yang telah lalu.

 Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang pada siang harinya melaksankan ibdah puasa, dan malam harinya melaksanakan Shalat malam, Shalat tarawih, tahajud, Tadarus Al-Qur'an dan lain sebagainya, semuanya dilakukan dengan dengan iman dan karena Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.SWT.

Adapun jumlah rakaat Shalat tarawih, tidak memiliki anjuran harus berapa rakaat, boleh sedikit atau banyak.

Bersambung. Insya Allah

Penulis: Aby hadim Al-Mujtaba 


Sunday, 21 March 2021

IBADAH RAMADHAN



Tingkatkan Ibadah dibulan Ramadhan

 Ikwan /Ikhwat Rahimakumullah.

Setelah memasuki Bulan Suci Ramadhan saatny berlomba-lomba berbuat kebajikan, karena 'amaliah ibadah pada bulan ini dilipat gandakan pahlanya Oleh Allah SWT. yakni 1 (satu) dibalas 1000 (seribu) Nilai pahlanya, 

Selain kewajiban melaksanakan Ibadh puasa Sebulan penu, di siang harinya ada lagi Shalat sunah Tarawih setiap malam nya, yang tidak kalah besar pahla nya dibanding kan Dengan Shalat sunah lainnya, diluar bulan Ramadhan.

- Perbanyak Membaca Al-Qur'an

Membaca kitab suci Al Quran adalah amaliah ibadah pula bagi seorang Muslim. Selama bulan Ramadan juga perbanyak membaca Al-Qur'an Atau tadarus Al Quran. ini juga sangat baik, namun bukanlah satu-satunya cara untuk menghargai Al Quran, Kamu bisa mendapatkan kebaikan dari membacanya mulai dari sekarang, entah itu dengan membaca satu halaman per hari, atau memahami arti dari sebuah surat atau ayat. Semuanya baik untuk dilakukan!

Kalau kamu suka menulis jurnal atau membuat catatan, kamu bisa tingkatkan dengan  menulis Quran journaling! Selain sebagai sarana mempelajari Al Quran, gerakan ini juga bisa mendokumentasikan dan menjadi refleksi pemahamanmu terhadap kitab suci ini. 

Manfaatkan juga teknologi yang ada dengan aplikasi seperti Muslim Pro yang dilengkapi dengan Al Quran (ada terjemahan dan audionya juga). Dengan cara begitu, kamu bisa terus membaca atau mendengarkan murottal Al Quran sepanjang hari.

masih banyak lagi tentang ibadah di bulan Ramadhan yang perlu di tingkatkan. Semoga kita bisa mengamalkannya. Amiin.

silakan simak kelanjutannya 

Di.  Artikel Pondok Hikmah Al-Barokah 

Bersama:  ( Abu hadim, Al-Mujtaba)