HUKUM NGDZANI DAN IQOMAHI DITELINGA BAYI

shares

 



PONDOK HIKMAH AL BANTEN-Tanya: Assalamualaikum. Apakah adzan dan iqomah buat bayi baru lahir sama beserta adzan dan iqomah waktu akan melakukan sholat? (Didik)

Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelum kami memenuhi pertanyaan diatas, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu hukum adzan dan iqomat bagi bayi yang baru lahir, sunnahkah adzan di telinga bayi yang baru lahir?

Masalah ini harus kita perhatikan beserta baik, sebab kebanyakan para penulis yang membahas masalah ini menegaskan sunnahnya mengadzani bayi, sampai para ulama sekelas Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (6/389) dan Imam Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud hal.61.

Padahal perkaranya bukan demikian, ialah bukan disyariatkan mengadzani bayi yang baru lahir. Karena seluruh kejadian tentang masalah tersebut derajatnya lemah, sehingga bukan boleh dijadikan sandaran hukum dalam beramal. Kelemahan kejadian tersebut sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam ad-Dho’iifah no.321 
dan dijelaskan tentang kelemahannya beserta bagus oleh penulis Ahkam al-Maulud Fis Sunnah al-Muthohharoh hal.34-39. lihat pula Tahqiq Syaikh Salim al-Hilali terhadap kitab Tuhfatul Maudud hal.61-65 yang kesimpulannya beliau menilai lemah kejadian mengadzani di telinga bayi yang baru lahir.

Berhubungan beserta pertanyaan di atas, anggaplah bahwa kejadian mengadzani di telinga bayi adalah shohih (padahal lemah), apakah sama lafazh adzannya beserta lafazh adzan buat shalat? 

Jawabnya; lafazhnya adalah sama, lantaran rahasia disyariatkannya (Padahal bukan disyariatkan) mengadzani bayi biar kalimat pertama yang di dengar oleh bayi baru lahir adalah kalimat adzan yang berisi tetang keagungan Alloh, syahadat tauhid dan lain-lain. 

Juga hikmah yang lain biar beserta adzan ini membuat setan lari, lantaran setan akan selalu mengintai manusia buat mengganggu dan memberi ujian.(Lihat Tuhfatul Maudud hal.64)
Allohu A’lam


Aby hadim Al-Mujtaba

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment